Close Friend? Eng...

Oke. Saya tau kesalahan saya. Meninggalkan blog ini mati suri. Pertama kali membuka pintu dashbor blog, yang pertama saya temukan adalah sudah adanya beberapa sarang laba laba yang terbentuk dengan indahnya dipojokan blog.

Matakuliah Speaking minggu ini bisa dibilang "better than last week". Setidaknya, mata saya bisa sedikit terjaga di tengah tengah kejengahan kelas (iya. Biasanya kalau kelas Speaking pikiran saya kemana mana).

Dosen membawakan tema "Friendship" ke dalam mata kuliah kali ini. Dan, sedikit membuat saya melek. Sedikit. :D

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata "Teman" ?
Dalam pemikiran kalian, apakah ada perbedaan antara Friend (Teman), Closest Friend (Teman Dekat), Best Friend (Sahabat), and Boy/Girl Friend (Pacar)? *yang terakhir abaikan*

Ada satu pertanyaan yang membuat saya mau tidak mau harus me-review ulang kehidupan saya sebelumnya.

Ketika memasuki bangku Sekolah Dasar. Masih unyu unyunya, jujur saja, saya masih belum mempunyai Teman Dekat. Tapi Alhamdulillah, beruntungnya saya mempunyai banyak teman. Ya, setidaknya pas waktu ada PR Matematika, bukku catatannya bisa saya pinjam.

Lulus dengan selamat dari SD, saatnya saya memasuki sekolah baru dengan seragam Putih Biru. 

Di masa ini, saya mulai menemukan Closest Friend. Teman Dekat dalam interpretasi saya, adalah seseorang yang selalu ada untuk saya dan saya selalu ada untuk dia. Setidaknya, ketika guru bertanya kenapa Closest Friend saya tidak masuk, pasti tanyanya ke saya. Ini mengindikasikan bahwa semua orang menganggap saya adalah orang yang paling dekat dengannya (selain karena saya satu bangku sama dia XD)

Lulus dengan sedikit babak belur dari SMP, saya masuk ke kandang buaya. Saya tidak lagi memakai Putih Biru, melainkan Putih Abu Abu. 

Ternyata menjadi anak SMA itu tidak jauh berbeda dengan menjadi anak SMP. Tidak seperti yang digambarkan dalam film film layar lebar maupun layar mini, yang selalu menceritakan tentang kehidupan seorang remaja SMA, yang berisi tentang cinta...sahabat...musuh...itulah pokoknya.

Tapi tidak pernah sekalipun mereka bercerita tentang "Tugas" yang menjadi kewajiban murid murid SMA.
Di masa SMA, saya menemukan Closest Friend yang baru. Bedanya, walaupun saya tidak sebangku dengannya, tapi setiap kali dia absen kelas, semua orang menuju kepada saya "Kemana temanmu itu?" (oke sedikit lebay, nggak semua. Beberapa.)

Sayang seribu sayang, semua Closest Friends yang pernah menjalin hubungan dengan saya, harus berpisah. Dimulai dari Closest Friend SMP, pasca lulus dari SMP, kami berbeda sekolah, hubungan kami mulai terganggu. Komunikasi mulai tidak berjalan dengan baik. Kamipun juarang sekali bertemu karena rumah saya jaraknya jauh dengannya. 

Closest Friend SMA, nasibnya tidak berbeda jauh. Pasca lulus dengan sedikit benjolan di beberapa bagian tubuh, kami mengambil jalur yang berbeda. Dia bekerja, saya ketagihan sekolah lagi. Dia sibuk dengan pekerjaannya, saya menyibukkan dengan sekolah saya yang baru. Entah karena dia beneran sibuk, atau memang menyibukkan diri.

Garis besarnya adalah, saya tidak atau belum pernah mendapatkan Closest Friend yang bertahan lama walaupun kami terpisahkan oleh jarak.

Saya berharap, orang orang yang saya temui di sekolah yang baru ini, hubungan kami bisa bertahan lama. :)
Sedikit berharap dalam hidup itu dianjurkan.

Komentar

  1. hmm about clese friend, @ku punya cerita pas masa pasca SLTP.
    ceritanya begini, jaman dahulu...
    entah kenapa, pada awalnya, pas ospek SMA, saat @ku melihat seseorang. @ku merasa pernah melihat dia. seperti dejavu gitu. ternyata kita masih menjadi teman hingga sekarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer