Special for JEC 2014



"Orang Jawa itu susah kalo disuruh ngomong." | "Itulah mengapa diary diciptaptakan, sir."

-Sigit Pramono Jati-

Masih dengan masalah yang sama. Koordinasi dan akhlak (btw, bapak ketu tadi terlupakan. beliau tidak bersua sama sekali).

Yang disayangkan adalah mendekati hari-H kenapa tidak tumbuh rasa kepekaan di hati mereka, "Oh iya, saya sudah ditunjuk jadi panitia."

Setidaknya, ketika diajak kumpul, kalau nggak bisa hadir, kasih kabar. "Saya repot di rumah soalnya kran saya bocor."

Yang sangat disesalkan adalah ketika ditanya, "Kamu nggak ikut bantu kami?" | "Bantu apa?" | "Banyak yang perlu dikerjakan" | "Ngapain? Urusan saya?"

Walaupun anda berada di devisi yang hanya dibutuhkan sewaktu hari-H, e.g. : dokumentasi, bukan berarti anda tidak bisa membantu kami di hari hari menuju hari-H. Masih banyak pekerjaan yang pastinya kami butuh bantuan. Cetak dokumen, kirim file, etc.

Kalau tidak ingin waktunya tersita gegara acara jurusan, harusnya dari awal nggak usah ngisi formulir
perekrutan anggota.

Iya saya ngartos kalau anda punya kesibukan di luar. Tapi, bukankah tiap selesai Listening, anda melewati tempat kami?

Yang terpenting itu silaturrahimnya. "Kumpul nggak harus rapat."
-Si Doel-

Usul, SK jangan dibagi di awal setelah pelantikan.

Apa kata yang tepat untuk diucapkan ketika seseorang berkata kepada kita "Saya minta maaf" ?

Mayoritas yang keluar adalah "Iya. That's okey."

Karena kami tidak memiliki HAK dan KEWAJIBAN untuk menolak permintaan maaf tersebut.

PEKA. Cuma itu keywordnya.

Dari lantai 1 ke lantai 3 itu rasanya macam mendaki anak tangga sebanyak 36 buah sekali naik. Kalau naik turun, otomatis sebanyak 72 anak tangga sekali naik turun. Kalau dalam sehari menaiki dan menuruni anak tangga sebanyak 10 kali, sudah 720 anak tangga yang dilalui. Mendadak sixpack perutnya beserta tulang betisnya. xD

Itu di ruang kesekretariatan 1. Di ruang kesekretariatan 2, anak tangga yang dilalui tidak jauh berbeda. Kalau dari ruang kesekretariatan 1 menuju ke ruang kesekretariatan 2, total langkah kaki mendaki dan menuruni anak tangga sebanyak 144 anak tangga. Kalau dalam sehari melakukan perjalanan sebanyak 5 kali (dari ruang kesekretariatan 1 menuju ke ruang kesekretariatan 2) total sudah mendaki dan menuruni anak tangga sebanyak 720 buah.

Yang unik adalah ketika sesi evaluasi berakhir. Satu sama lain saling meminta maaf dengan kucuran airmata (?) me too. Serasa lebaran idul fitri 2 kali di tahun yang sama.

Apa yang didapat? A lot of things.

"Saya jadi tau bagaimana aslinya mereka."
-Ulil F.-

"Semoga ada nilai kedewasaan yang bisa kita ambil."
-Lathifa Alfajria-

"Suara hilang akibat microfon yang terlalu unyu."
-Zubaydah-

"Hilang (lagi) suara saya."
-Iin Widayani-

"Dapat ruangan ber-AC dan banyak cemilan. Ada dispenser juga. Dapat picingan mata juga dari panitia yang lain karena tidak memakai rok. Tapi saya bawa kok."
-Lailatul Mufidah-

Itulah keseimbangan. Kalau semua ikut nggak peka, apa jadinya acara JEC?

Komentar

Postingan Populer