Taksir Mentaksir
Kelemahan saya adalah tidak bisa mentaksir dengan baik. Taksiran selalu salah.
Saya kira, 1 kresek itu muat untuk 100 biji mie instan, ternyata nggak muat.
Saya kira celah di antara dua mobil itu di jalanan yang macet itu cukup untuk saya lewati bersama motor, ternyata nggak muat.
Saya kira waktu 24 jam itu sangatlah lama, tapi ternyata ketika mendekati deadline semuanya berjalan cepat. Lalu, kemana sajakah saya selama hari hari sebelum deadline?
Dan masih banyak taksiran taksiran yang saya salah duga.
Saya kira orang itu pasti nggak bisa apa apa, dia selalu tidur di kelas, tampangny juga tampang anak sekolahan yang brandal, nggak bisa nurut. Tapi nyatanya dia nilainya lumayan bagus dari saya.
Saya kira saya bisa menyelesaikan 3 tugas mata kuliah sekaligus dalam waktu 2 jam. Nyatanya... iya memang bisa, tapi berantakan semua...
Bersahabat itu boleh, tapi jangan terlalu dekat. Jangan kemana mana harus selalu bersama. Jadinya bosen... :v
Saya kira, 1 kresek itu muat untuk 100 biji mie instan, ternyata nggak muat.
Saya kira celah di antara dua mobil itu di jalanan yang macet itu cukup untuk saya lewati bersama motor, ternyata nggak muat.
Saya kira waktu 24 jam itu sangatlah lama, tapi ternyata ketika mendekati deadline semuanya berjalan cepat. Lalu, kemana sajakah saya selama hari hari sebelum deadline?
Dan masih banyak taksiran taksiran yang saya salah duga.
Saya kira orang itu pasti nggak bisa apa apa, dia selalu tidur di kelas, tampangny juga tampang anak sekolahan yang brandal, nggak bisa nurut. Tapi nyatanya dia nilainya lumayan bagus dari saya.
Saya kira saya bisa menyelesaikan 3 tugas mata kuliah sekaligus dalam waktu 2 jam. Nyatanya... iya memang bisa, tapi berantakan semua...
Bersahabat itu boleh, tapi jangan terlalu dekat. Jangan kemana mana harus selalu bersama. Jadinya bosen... :v


Komentar
Posting Komentar