Nicholas Saputra
"Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda. Dan yang tersial adalah yang berumur tua. Berbagahialah mereka yang mati muda. Makhluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaanmu."
Tamat sudah menonton Soe Hok Gie. Film ini sudah lama berada dalam daftar film yang wajib ditonton. Hampir 4 bulan yang lalu dia masuk dalam daftar, tapi baru sekarang saya bisa menuntaskannya.
Dua jam dua puluh menit, terasa sedikit lama bagi mereka yang lebih suka menonton film bergenre roman picisan. Saya akui, saya berkali kali mengintip ke bagian bawah video player untuk sekedar melihat kurang berapa menit lagi film ini akan sampai pada ujungnya.
Filmnya sedikit semrawut, bagi saya yang minim sekali pengetahuan tentang sejarah. Saya butuh seseorang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya ingin diceritakan dari film ini. Ada beberapa part dari film ini yang saya kurang mengerti.
Soe, entah kenapa saat tiba di bagian film yang menunjukkan tentang pemilihan senat mahasiswa, pikiran saya terlempar ke kampus. Terlebih ditambah atribut warna kuning yang mendominasi segmen tersebut.
Film, apapun jenis genrenya, sepertinya bila tanpa ada adegan romantis romantisan, akan seperti sayur tanpa garam. Kurang sedap dipandang. Sang Sutradara memberikan beberapa adegan romantis di film ini. Entah memang masuk dalam cerita atau hanya tambahan semata, untuk mempermanis dekorasi. Tapi kalau menurut saya, itu hanya tambahan. Dihilangkan pun tak masalah. Menurut saya.
Dua hari saya melahap film film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra. Dari mulai pukul 20:00 WIB (28.12.2014) sampai pukul 01:00 WIB (29.12.2014). Berawal dari Ada Apa Dengan Cinta dilanjut dengan Soe Hok Gie. Itu ibarat setelah mendaki gunung langsung terjun menuju laut. Dari roman picisan langsung menyebrang ke perjuangan.
Kata kata sedang meluncur deras melintasi pikiran saya. Tarian jari jemari saya sampai membangunkan ibu saya yang sedang tidur nyenyak. Dan dengan tiba tiba, beliau membuka pintu kamar saya dan mendapati saya belum tidur sejak kemarin sampai saya menuliskan catatan ini (29.12.2014/01:00 WIB).


Komentar
Posting Komentar