Ketika Sang Artist Merangkap jadi Scientist

Niat hati membenahi revisi, apa daya niatnya kurang tinggi. Walhasil, beralihlah saya ke folder Film, dan saya ingat, ada satu film yang belum tamat saya nontonya.

Before The Flood.

Jauh dari bayangan kalau ini adalah film documenter, persembahan special dari National Geographic dengan menggandeng actor ciamik, Leonardo DiCaprio.

Selama ini kita tau, bahwa planet yang kita tinggali selama ini, yang kita injakkan kaki kita di atas tanahnya selama ini, sudah mulai menua dan sakit sakitan. Global Warming, mungkin sudah lumrah kita dengar di Indonesia. Namun, siapa sangka bahwa ternyata, di Negara adidaya sana, USA, Amerika, ada beberapa pihak yang menyangkal adanya Pemanasan Global. Mereka mengira bahwa Global Warming adalah cerita fantasi belaka dari para scientist. Bukti sudah jelas di depan mata, namun mereka lebih memilih untuk menutup mata. Untuk apa lagi kalau bukan untuk uang?

Film documenter ini membuka mata kita lebih dalam tentang Pemanasan Global yang sedang dan akan terus terjadi di bumi kita tercinta ini. Keputusan PBB untuk mengangkat Leo sebagai Duta Perdamaian sempat menimbulkan konflik. Ya, gimana nggak konflik, artis papan atas yang sebelumnya belum pernah berkecimpung di dunia Sains tiba tiba ikut campur masalah Global Warming. Keputusan PBB nggak keliru. Kadang memang harus menggaet orang tenar dulu, baru bisa mendapatkan perhatian masyarakat. Karena masyarakat lebih dekat dengan artis ketimbang scientist.

Oke, kembali ke film. Di awal cerita kita bakal dibeberkan beberapa fakta kenapa ada sekelompok orang yang menyangkal adanya Pemanasan Global. Tak lain tak bukan ya demi untuk melancarkan usahanya. Karena mereka yang menyangkal ternyata adalah penyumbang polusi terbesar yang menyebabkan pemanasan global. Harusnya sih menjadi sesuatu yang normal ketika Amerika menjadi Negara yang paling menyangkal adanya pemanasan global, tapi entah kenapa, saya shock dibuatnya.

Bukan hanya cerita, film ini juga membeberkan fakta. Gunung es yang mulai mencair, polusi udara yang semakin parah, penebangan hutan besar besaran. Indonesia sempat masuk ke dalam bagian dari cerita ini. Apalagi yang disorot kalau bukan penebangan hutan secara massif yang kemudian diganti dengan Kelapa Sawit. "Ada tiga area hutan hujan yang tersisia di dunia: Amazon di US, Congo Basin di Afrika, dan hutan hujan Asia Tenggara yang terbentang di Indonesia." -Lindsey Allen-

Nggak Cuma memaparkan penyakitnya planet ini, tapi film ini juga memberikan beberapa solusi untuk mengurangi pemanasan global, seperti ganti apa yang kamu beli, apa yang kamu makan, dan bagaimana kita mendapatkan energy. Ada satu penjelasan dalam film ini bahwa Sapi pun juga menjadi sesuatu yang bahaya sebenarnya bagi bumi ini karena dia mengeluarkan gas metana saat mereka makan. (Ini saya yang baru tau mungkin ya. Maklum, pas pelajaran IPA suka izin ke toilet). Saking geregetannya para Scientist terhadap mereka yang suka memproduksi karbon secara massif sampai ada rencana untuk memajakkan karbon. Jadi bersiaplah, suatu saat nanti, akan ada pajak karbon demi kepentingan bumi ini. (Asal nggak dikorupsi aja. :v)

Komentar

Postingan Populer