Venom dan Lidahnya


Venom, film anti hero pertama yang saya tonton. Karena tayangnya barengan filmnya Dian Sastro yang judulnya Aruna dan Lidahnya, jadi kadang kedua film ini sering diplesetkan jadi Venom dan Lidahnya, Aruna and the Leather Protector. Okesip.




Awalnya saya nggak paham sama konsep “film anti-hero”. Ya biasanya kan film itu ngomongin tentang pahlawan, pemeran utamanya berhati baik yang memihak warga lemah. Terus ini muncullah film Venom yang saya taunya Venom adalah musuhnya Spiderman. Itu membuat saya jadi bersepkulasi sendiri, “Terus nanti tokoh utama di film Venom siapa? Masak tokoh utama wataknya jahat. Kan Venom musuhnya Spiderman. Terus nanti Venom tarung sama siapa? Spiderman? Lha gimana sih!”

Capek berspekulasi sendiri, akhirnya saya buru buru pergi nonton. Sempat maju mundur pas waktu mau beli tiketnya. Tapi demi untuk menjawab semua kegusaran yang ada di dalam benak ini, saya nonton Venom dihari kelima pasca tayang perdana di Indonesia.

Dan ternyata, film Venom ini lebih seperti film pencitraannya si Venom. Di Spiderman, dia jahat banget. Eh pas dibikinin film sendiri, dia jadi baik. Memang awalnya si Venom ini adalah alien simbiot yang dibawa dari luar angkasa untuk dipelajari, yang berambisi untuk menjajah Bumi yang dihuni manusia ini. Namun, setelah bertemu dengan Eddie Brock, Tom Hardy, pandangan si Venom jadi terbuka tenang Dunia dan isinya. Bahwa Bumi ini nggak melulu diisi sama orang orang jahat. Bahwa Venom kalau mau makan orang harus pilih pilih dulu. Beruntung si Venom ketemu induk semang yang baik macam Eddie Brock. Coba kalo jatuh ke tangan yang salah. Ya balik lagi filmnya ke Spiderman 3 versi Tobey Maguire, Venom jahat.

Film ini mendapat rating rendah di rottentomatoes (salah satu web review film yang paling saya segani dan saya anggap yang paling akurat). Tau Rottentomatoes ngasih berapa? 29% untuk film Venom. Inilah yang membuat saya sempet maju mundur mau beli tiket ini. Pada akhirnya saya beli juga. Daaaaan setelah nonton, gak berhenti kesemsem sama jenggot tipisnya Tom Hardy, atau rambut pirangnya si Anne Weying, Michelle Williams, . Canteeeeek banget dia. Dari sini saya mulai sadar bahwa saya kena tipu sama Rottentomatoes. Rating rendah belum tentu filmnya jelek. Buktinya Venom ratingya Cuma segitu, tapi pendapatannya bisa besar. Masuk box office pula.

Kabarnya, film Venom ini akan dilanjut sampai trilogi. Daaaaan Eddie Brock sudah menandatangani kontrak untuk menjadi Venom sampai film ketiganya. Siap!

Secara keseluruhan, saya suka film ini. IMDB memberikan rating 7/10 dari 124.071 suara. Sedangkan rottentomatoes memberikan rating 29% dengan total voters hanya sebanyak 283 orang saja. Pada akhirnya kalianlah yang menentukan film ini tergolong bagus atau tidak. Paling paling mereka yang memberikan bintang 1 atau rating dibawah 3 karena merasa jijik sama lidahnya Venom. Haha...

Yang kurang dari film ini adalah kurang lama. Saya merasa di 15 menit pertama film ini dimulai, peran Eddie terkesan dipaksankan. Dan ceritanya terasa loncat loncat. Tapi karena ada selingan komedi yang membuat film ini terasa segar, semua kesalahan itu terbayarkan. Nggak melulu tegang layaknya film perang. Ditambah sosok Tom Hardy yang memerankan sosok Eddie Brock berhasil menyatu dengan gaya guyonan antara Eddie dan Tom sendiri.


Watch the trailer here...



Komentar

Postingan Populer