Sesekali Cerita Tentang Film Asia, Boleh dong?!


Film ter********* yang pernah tak tonton setelah A Walk To Remember.

Satu jam empat puluh tiga menit serasa dibawa ke 3 rasa yang berbeda. Satu jam pertama film ini serasa nggak ada tujuan. Biasa aja memang, bahkan kalo dibilang cukup membosankan sih selama menit menit awal. Ini yang menjadi salah satu kelemahan dari film ini. Padahal endingnya bagus banget ini film. Dan lagi, alur film ini sedikit maju mundur. Buat sebagian orang yang nggak aware kapan adegan flashbacknya mungkin bakal ngerasa kebingungan. Tapi sekali lagi, film ini berpotensi menjadi saingan film filmnya Nicholas Sparks yang terkenal mampu mengundang derai air mata.

Adegan pembuka kita bakal dikasih lihat tentang seorang siswa laki laki, Li Xing, berseragam olahraga yang sedang berusaha mengisi kotak makan temanannya, Qiao Qiao (susah bener dah namanya L aku harus googling dulu coba) dengan masakan yang dia buat sendiri. Usut punya usut, ternyata si Li Xing ini sangat mendambakan Qiao Qiao (red: bucin sejak SMA). Sejak saat itu, Li Xing dan Qiao Qiao menjadi dekat.


Di menit menit berikutnya, kita bakal disuguhkan dengan adegan adegan ke-uwu-an mereka. Li Xing yang berfokus untuk menjadi seorang koki, dan Qiao Qiao yang sedang berusaha menjadi desainer keramik professional. Masalah awal muncul ketika Qiao Qiao, tanpa ada sebab musabab, tiba tiba minta putus dari Li Xing. Li Xing dan kita sebagai penonton bakal dibuat kebingungan, napa dah ni anak tiba tiba minta putus. Berada di sebuah café kecil, tempat mereka mengakhiri hubungan, mereka membuat perjanjian hitam di atas putih bahwa setelah 5 tahun kedepan, kalau mereka masih sama sama single, mereka akan menikah. Dari sini lah cerita baru saja akan dimulai.

Setelah 5 tahun berlalu, Li Xing yang sudah menjadi koki professional dan ternama tiba tiba menghubungi Qiao Qiao. Dia mengabarkan bahwa dia akan segera menika. DAR !
Hancur dong hati Qiao Qiao. Dia sudah menunggu selama 5 tahun, eh ternyata Li Xing sudah nemu penggantinya. Setelah percakapan singkat di telepon tersebut, Qiao Qiao akhirnya menyusul Li Xing ke Beijing. Oh iya, tadi setelah Qiao Qiao putus dari Li Xing, dia terbang ke Shang Hai buat jadi desainer keramik professional.

Jauh jauh Qiao Qiao dari Shang Hai ke Beijing hanya untuk bertemu ke-uwu-an Li Xing dengan calon istrinya yang bakal dia nikahi setengah bulan kedepan. Li Xing mengajaknya untuk melihat proses fitting baju pengantin. Yang dimana ternyata toko mereka membeli baju pengantin adalah toko impian Qiao Qiao sejak dulu. Ya gimana hati Qiao Qiao gak panas coba. Dah capek dari Shang Hai ke Beijing, dipamerin kemesraan pacar baru Li Xing, eh sekarang dipaksa untuk melihat mantan pacarnya fitting baju pengantin sama cewek lain. Ditambah lagi, Li Xing memberikan tempat penginapan gratis buat Qiao Qiao selama dia di Beijing. Dan tempat tersebut ternyata rumah Li Xing yang rencananya akan ditinggali bersama pengantinnya nanti setelah menikah. Sumpah beneran deh di menit menit ini aku ikutan igit igit lihat Li Xing pamer ke Qiao Qiao. Kayak dia berusaha buat mocking Qiao Qiao, berusaha nunjukin kalau, “Nih aku udah sukses. Sekarang aku mau buat kamu nyesel karena sudah ninggalin aku 5 thaun lalu.”

Adegan demi adegan berlanjut. Masih memperlihatkan Li Xing memamerkan apa yang dia punya sekarang di hadapan Qiao Qiao. Sampai pada suatu ketika, mendekati hari-H Li Xing bakal menikah, dia mengajak Qiao Qiao ke café kecil tempat mereka putus 5 tahun lalu. Li Xing mengungkit tentang perjanjian yang mereka buat 5 tahun lalu, sampai pada akhirnya dia mengeluarkan sebuah undangan yang baru saja dicetak untuk pernikahannya. Dia memberikan undangan tersebut ke Qiao Qiao dan meminta untuk membukanya. Sudah barang tentu dong Qiao Qiao ngambek. Hati cewek mana yang nggak panas kalau dipameri undangan pernikahan sang mantan pacar. Akhirnya undangan pernikahan tersebut dibuka oleh pemilih café. Di sana tertulis “Undangan Pernikahan…. Li Xing dan Qiao Qiao.

Yak. Qiao Qiao. Jadi selama ini Li Xing telah berbohong pada Qiao Qiao. Cewek yang dia kenalin ke Qiao Qiao sebagai calon pengantinnya, dan semuanya, adalah acting belaka. Damn! Baru kali ini nemu plot twist ada di tengah film.

Bahagia dong Qiao Qiao. Ternyata Li Xing benar benar nungguin dia selama 5 tahun. Saking bahagianya, dia sampai terbatuk batuk dan buru buru ke kamar mandi.

Dah lah. Sudah cukup itu segitu spoiler segitu banyak. Di awal tadi saya menyebut, kita bakal serasa dibawa ke 3 rasa berbeda. Yup! Menit pertama filmnya terasa biasa aja. Banyak adegan romantic, iya. Cuman ya standart lah. Menit berikutnya kita bakal diajak ketawa atas tingkah laku pembalasan dendan Li Xing ke Qiao Qiao. Menit terakhir, kita bakal dikasih penjelasan kenapa Qiao Qiao ngotot minta putus dari Li Xing 5 tahun yang lalu.
Keren lah pokoknya film ini.
Berpotensi menjadi saingannya film film Nicholas Sparks sebenernya kalau ceritanya nggak banyak flashback. Tapi untuk keseluruhan film ini, oke banget lah. Apalagi pemain Li Xingnya terlihat mirip banget kek Dion Wiyoko. 😂😂😂


NB: Yang mau lihat filmnya, ada di Youtube full movie subtitle Indonesia.


Komentar

Postingan Populer