ALAY, ABABIL, DAN SEJENISNYA ITU PROSES

Hidup itu semuanya ada prosesnya. Dari mulai sel sperma yang mencari pasangannya, sel telur, lalu lahir ke dunia yang makin tua ini sampai kembali lagi ke dunia asal sebelum jadi manusia.

Begitu juga dengan proses kedewasaan. Ada yang prosesnya cepet macam naik burok ada yang prosesnya sedikit lama karena nunggu tumpangan orang lain.

Alay, Ababil dan sejenisnya itu relatif. Tergantung (mati donk!) siapa yang melihat dan dari sudut mana dia melihat. Menurut saya, sifat sifat macam itu merupakan suatu jembatan untuk menuju yang namanya kedewasaan. Kalau orang itu terbuka pasti proses melewati jembatan itu cepat. Tapi kalau orangnya tertutup, ya nunggu sampai ada yang menuntunnya ke jalan yang benar.

Kita bahas satu satu.

Proses menuju pemikiran dewasa.
Kadang ada kok manusia yang umurnya di atas 20 tahun masih alay versi sudut pandang saya. Gak sedikit pula remaja remaja yang masih belasan tahun pemikirannya sudah matang.

Tapi, ada beberapa kasus seperti ini:
Murid SMP, pemikirannya sudah seperti ibu ibu, matang dan terkonsep. Menurut orang yang lebih tua itu bagus, tapi menurut teman di sekitarnya, mereka menganggapnya aneh karena dia nyeleneh. Masih SMP pemikiran sudah mirip ibu ibu. Ini yang bikin galau. Kalau murid itu gak punya mental baja, bakal balik lagi jadi murid SMP yang sedang melewati jembatan kedewasaan

Ada juga pekerja yang pemikirannya masih seperti anak kecil, kalau dia sedang berkumpul dengan anak kecil mah diterima dengan lapang dada oleh mereka, tapi kalau pekerja ini lagi berkumpul dengan teman sebaya, dia akan dianggap aneh. Udah gede pikiran masih kayak anak kecil.


Alay, Ababil dan kawan kawannya.
Itu hanyalah teman yang menemani anda saat berjalan menuju kedewasaan. Tanpa teman, hidup anda akan terasa hambar. Kalau ada temannya kan enak, bisa diajak ngobrol ngalor ngidul, bisa jadi teman curhat, bisa jadi kenangan yang bisa kita pakai saat kita mengasuh anak kelak.

Bayangkan kalau gak ada teman melewati jembatan kedewasaan, anda bakal kaget menghadapi manusia 20 tahun mendatang. Berbeda dengan masa kecil anda yang dulu.

Jadi intinya, nikmati saja cap Alay, Ababil dan apapun itu. Tapi ingat, anda jangan menutup diri. Bukalah pintu hati seluas luasnya supaya anda bisa dengan cepat sampai di tujuan, kematangan hidup. *tssaaaahhh

Komentar

  1. begitulah, kata orang, hidup pria (bukan cowok) itu selalu menderita. hidup terjepit dan mati tergantung...... abaikan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer