Masuk UIN SAS Karena Kecelakaan

Pernah ada satu sesi bersama dosen yang baru hadir untuk pertama kalinya di kelas saya. Padahal kalau dihitung dari jadwal aktif kuliah, ini seharusnya sudah menjadi pertemuan kami yang ke-8.

"Kalian masuk ke kampus ini memang karena niat pengen masuk sini atau karena kecelakaan?"

Dan.... Tara~~ Mayoritas dari mereka menjawab, "Kecelakaan!!"

Samping saya malah nambahin pake kata - kata, "Seharusnya saya di Unesa!"
Sebelahnya ngikut, "Seharusnya saya di Unair!"

Dan, kembalilah kita ke jaman jaman tes SBMPTN dulu.

Pak Dosen tanya, "La, kalau kalian masuk sini karena kecelakaan, kenapa masih di sini?"
Teman saya jawab, "Ya habis mau gimana lagi? Cuma ini satu satunya Perguruan Tinggi Negeri yang menerima saya"

Booo~~~

Lucu kalau melihat mereka mulai membicarakan masalah Perguruan Tinggi Negeri idaman.

UNESA, UNAIR, ITS, UGM, UNIBRAW, alah, semuanya cuma menang nama. Percuma kalian kuliah di sana tapi kalian nggak bisa berkembang. Malah berkembang tingkahnya bukan pemikirannya.

Sebenarnya bisa kok kalian pindah dari IAIN ke Perguruan Tinggi Negeri yang lebih bagus asal kalian mampu menunjukkan kalau kalian itu memang layak di tempatkan di perguruan tinggi negeri yang lebih bagus.

Di IAIN... (eh, namanya sekarang bukan IAIN ding. Tapi UIN :P)
Di IAIN sendiri ada BUANYAK informasi beasiswa luar negeri kalau kalian mau cari koneksi. Rajin rajin buka internet, browsing informasi beasiswa tapi bukan browsing facebook.

Tapi eh, kalau facebook kalian banyak akun akun bermanfaat yang aktif memberi informasi seputar beasiswa, ya.. itu nggak jadi masalah.

Masalahnya adalah kalian ingin kuliah di kampus yang lebih bagus tapi kalian nggak ada usaha buat ke sananya. Jadikan masa lalu itu sebagai sebuah pelajaran bukan malah disesali. Senggaknya itu yang dikatakan dosen Filsafat saya.

"Lha terus, kamu sendiri gimana? Kecelakaan juga?"

Dibilang kecelakaan enggak, dibilang nggak kecelekaan juga enggak.

Komentar

Postingan Populer