Seberapa Bahayanya Jika Salah Masuk Jurusan?
Membicarakan masalah "kecelakaan-masuk-IAIN" isinya cuma keinginan yang tertunda.
Kalau gagal mendapatkan kampus idaman, itu bisa diatasi dengan cari teman yang buanyak, aktif di organisasi, nanti juga akan hilang dengan sendirinya rasa penyesalan, "Seharusnya-saya-jadi-mahasiswa-kampus-***"
Nah, kalau semisal gagal masuk di program studi idaman?
Banyak bacaan mengatakan, "Kuliah itu tombak masa depan. Kalau kamu salah masuk jurusan di bangku kuliah, masa depan kamu kacau" (saya lupa kalimat lengkapnya, tapi kebanyakan intinya ngomong begitu)
Hobi kamu mendesain. Menggambar suatu rancangan gedung. Tapi karena suatu hal, kamu tidak bisa mendaftar menjadi mahasiswa prodi arsitektur. Akhirnya kamu memilih jadi guru.
Itu, frontal banget!!!
Kalau salah masuk jurusan di bangku sekolah, masih bisa diatasi. Tapi kalau sudah masuk bangku kuliah, pilihannya cuma 2. Lanjut kuliah sampai selesai dengan adaptasi yang lumayan menyusahkan (karena dasarnya kamu kurang tertarik dengan prodi yang kamu masuki) atau berhenti kuliah, cari uang dan mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa di kampus lain yang bisa menerima kamu di prodi pilihanmu.
Itu cuma pendapat saya. Kalau kalian punya pemikiran lain, ya itulah yang namanya hidup.
Mayoritas teman seangkatan saya, pas saya tanya, "Kenapa kamu milih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris?" mereka jawabnya, "Sebenarnya saya kepengennya masuk jurusan **** tapi karena diterimanya di PBI, ya, nggak apa sih"
Jawabannya ambigu!


yah, terkadang kita harus tahu kapan saatnya untuk menyerah. jangan gunakan slogan pantang menyerah pada segala hal
BalasHapus