Semacam Roller Coster
Yep! Semacam roller coster. Berkali kali saya mendengar kalimat ini :
"Olah dulu di hati baru naik ke otak baru keluar melalui mulut"
Dari salah satu teman. Intinya begitu. Lupa kaliamt lengkapnya bagaimana.
Jadi beliau selalu bilang, "Kalau dapat ilmu baru, kamu olah dulu di hati. Kamu resapi. Baru setelah meresap di hati, kamu bawa ilmu baru itu ke otak. Kamu olah lebih dalam lagi di otak. Baru setelah antara hati sama otak sejalan, seteori, sejalur dan se..se yang lain, baru kamu share ke orang lain melalui mulut atau tulisan atau apapun."
75% saya paham sama penjelasan di atas. Sisanya baru benar benar saya pahami, hari Selasa kemarin, 26 November 2013, di depan gedung Auditorium tercintaaaahh~
Sebut saja namanya NN, sebelum di depan Auditorium itu dia bilang, "Kunci sukses itu salah satu adalah berpikir positif. Pokoknya kamu harus berpikir positif." Saya lupa kalimat lengkapnya gimana yang jelas intinya seperti itu. Saya jawab, "Saya paling susah berpikir positif. Saya paling gampang kalo berpikir positif kali negatif hasilnya pasti negatif"
Setelah perbincangan super itu, kami ke auditorium. Menunggu sesuatu. Lumayan lama. Tiba-tiba ...
"Lama deh! Nggak suka saya! Kamu kata siapa acaranya di audit?"
"Dari panitia." jawab saya santai sambil nunjukin sms
"Jangan jangan bukan di sini tempatnya. Sudah di ganti di tempat lain."
"Nggak mungkin lah. Pastinya mereka bakal ngasih tau kalau ada perubahan jadwal"
"Jangan-jangan itu sms nya bukan dari panitia. Kamu salah tangkep mungkin. Mungkin dari panitia lain."
"Heh! Sudah jelas jelas di awal kaliamt smsnya itu ada kata Salam ***********. Ya pasti dari panitialah"
"Tapi kok lama banget! Kayaknya acaranya nggak jadi deh. Kata nggak boleh telat, mana, justru panitianya sendiri yang telat."
"Tadi kamu bilang dengan menggebu nggebu Berpikir positif.. berpikir positif. Sekarang apa? Kamu sendiri belum bisa berpikir positif"
"Tadi kamu bilang dengan menggebu nggebu Berpikir positif.. berpikir positif. Sekarang apa? Kamu sendiri belum bisa berpikir positif"
Niatnya memang bagus. Menyebarkan tips kunci kesuksesan. Tapi ya, engg.. mungkin teman saya itu belum mengolahnya di hati. Langsung di serap sedalam dalamnya ke otak. Hatinya belum kebagian. Jadi antara hati sama otak belum sejalan. Itu, salah satu tips yang saya dapat dari teman saya yang lain. (Teman saya banyaaaakk kaaaann~ Lo kira teman saya cuma sebiji?)


positif thingking will lead positive goal
BalasHapus