Tentang Bus Mini

Meskipun kendaraan pribadi sudah mulai meraja lela di jalanan Surabaya, tetapi peran angkutan umum masih sangat dibutuhkan. Berbicara masalah angkutan umum, khususnya bus mini atau yang biasa disebut dengan bus ijo yang muncul di benak mayoritas orang adalah ugal-ugalan, sesak, dan jarang ada kernetnya.

Selama ini jasa angkutan umum khususnya bus mini pelayanannya kurang memuaskan. Yang paling sering adalah ketika bus sudah penuh dengan penumpang tapi kernetnya masih tetap menaikkan penumpang lain. Seakan akan mereka (kernet bus) tidak mau tau bagaimana sesak dan sempitnya berada di dalam bus yang sudah kelebihan kuota. Dan lagi, tarif yang dikenakan antara penumpang yang kebagian duduk dengan penumpang yang berdiri itu sama. Seharusnya penumpang yang berdiri tarifnya lebih ringan daripada penumpang yang duduk. (maunya si penulis) :D

Selain itu, mayoritas gaya menyetir seorang sopir bus mini itu ugal-ugalan. Tidak berusaha menjaga keselamatan penumpang. Seakan-akan mereka meanggap diri mereka adalah seorang pembalap profesional. Sekenanya sendiri di jalanan. Saat bus sedang dalam keadaan banyak penumpang, sopir bus tetap ugal-ugalan terlebih ketika bus melewati jalanan bertikung, mereka semakin menjadi-jadi. 

Tak berhenti sampai di situ. Umumnya bus mempunyai seorang kernet yang bertugas mengambil uang para penumpang untuk membayar jasa bus tetapi baru-baru ini ditemukan bus mini tanpa kernet. Hal ini membuat para penumpang kesulitan untuk membayar jasa bus. Mereka diharuskan untuk membayarnya langsung ke sopir bus.

Masalah muncul ketika bus sedang dalam keadaan banyak penumpang. Penumpang yang ada di bagian belakang bus harus bersusah payah menyeret tubuhnya agar sampai di kursi sopir untuk membayar jasa bus. Hal ini membuat pelayanan bus mini semakin bobrok.

Memang, sopir dan kernet bus membutuhkan penumpang untuk membayar setoran. Tapi, bisakah antara sopir dengan penumpang menjalin kerja sama? Sopir membutuhkan penumpang, so perlakukan penumpang dengan baik. Dengan menyediakan seorang kernet, dengan tidak mengendarai bus mini secara ugal ugalan, dengan menurunkan penumpang di tempat yang dituju.

Penumpang harusnya juga bisa menghargai Sopir dan Kernet, dengan memberikan upah yang sesuai dengan jarak tempuh selama menggunakan jasa bus mini.

Komentar

  1. jadi ingat masa lalu. moxer- bungur-keputih-TKP-keputih-bungur -moxer

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer