Pembelajaran Online di Indonesia, Efektifkah?
Online sudah menjadi bagian dari hidup manusia di jaman sekarang. Dimanapun, kapanpun dan untuk urusan apapun, semuanya serba online. Beli pulsa, beli baju, bayar tagihan listrik, bayar tagihan telepon, semuanya tinggal klik. Begitu juga dengan kegiatan belajar mengajar. Saat ini, sistem belajar mengajar di kelas mulai tergantikan dengan sistem pembelajaran online. Murid tidak perlu bertatap muka secara langsung dengan guru untuk melakukan pembelajaran seperti di kelas. Cukup dengan menyediakan komputer dan modem untuk koneksi internet atau juga bisa dengan menggunakan jaringan wi-fi serta web-cam jika diperlukan.
Model pembelajaran semacam ini sudah mulai diperkenalkan pada murid di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Para siswa mulai dibiasakan untuk berhubungan dengan komputer dan internet dalam kegiatan belajar mengajar agar ke depannya para peserta didik tidak kaku jika diharuskan bekerja dengan tekhnologi.
Masalah mulai muncul ketika dihadapkan pada siswa yang kurang mampu. "Kurang mampu" dalam arti materi juga sarana dan prasarana yang dimilikinya. Tidak semua murid mampu mengoperasikan komputer secara baik. Tidak semua murid mempunyai komputer dan modem terlebih web-cam. Infrastruktur negara itu sendiri juga sangat menentukan apakah pembelajaran online itu berhasil atau tidak.
Seperti yang dialami di Indonesia. Pembelajaran online hanya bisa dirasakan oleh mereka yang tinggal di kota dengan sarana dan prasaran yang memadahi. Sedangkan mereka yang tinggal di pelosok, yang mungkin belum seberapa kenal dengan yang namanya komputer apalagi internet kurang bisa menikmati model pembelajaran semacam ini.
Efek yang ditimbulkan dari model
pembelajaran semacam ini cukup banyak. Diantaranya adalah menghemat
waktu dan ruang kelas. Guru bisa mengerjakan pekerjaan lain yang lebih
penting disamping juga harus mengajar peserta didiknya. Guru dan
siswanya tidak perlu datang ke sekolah dan menggunakan fasilitas yang
ada di sana seperti lisktrik dan ruang kelas. Hal ini mampu menghemat
pengeluaran sekolah juga mampu menampung lebih banyak peserta didik.
Dampak negatifnya adalah guru tidak bisa benar benar mengetahui kondisi peserta didiknya. Karena guru tidak melihat secara langsung bagaimana kondisi peserta didiknya. Apakah murid benar bebar paham dengan apa yang telah disampaikan oleh guru? Ketika ada sebuah tugas, apakah murid benar benar mengerjakannya sendiri?
Di sini, peran orang tua benar - benar sangat dibutuhkan. Para guru berharap orang tua mampu bekerja sama dengan mereka untuk lebih mengawasi kondisi anaknya.


everything have two opposite sides
BalasHapus