Education of Solidarity
Membandingkan dua organisasi yang sama sama besar itu sungguh suatu tindakan yang teramat bodoh. Semuanya pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Cuma mau bercerita pengalaman saya bergelut di dua tempat namun masih dalam satu atap.
Di Edukasi saya diajarkan untuk menggunakan bahasa jawa, di Solidaritas saya jarang pakai bahasa Jawa. Karena mayoritas para petinggi petinggi Edukasi masih menggunakan bahasa lokal daerah masing masing. Mau tidak mau saya ikut terbawa arus menggunakan bahasa jawa. Kata seseorang, semakin sering kita berkumpul dengan orang lain maka kebiasaan kebiasaan kita akan tercampur dengan kebiasaan orang lain.
Di Edukasi saya bisa merasakan nikmatnya makanan gratis, di Solidaritas belum pernah dan tidak mengharapkan pula. Hidup di Edukasi itu sebenarnya nikmat. Tinggal kamunya mau aktif nulis dan aktif di kegiatan lainnya, hidupmu tentram. Di Edukasi manusianya cuma segelintir. Jadi jika ada sebuah pertemuan pastilah setelahnya kita makan makan. Di Solidaritas, manusianya banyak, kasihan bendaharanya.
Di Edukasi saya diajarkan membuat Outline, di Solidaritas saya diajarkan untuk Berpikir Kritis. Bukan berarti di Edukasi tidak diajarkan untuk berpikir kritis, hanya saja sewaktu pelantikan dasar materi Metode Berpikir Kritis tidak dibagikan. Senasib, di Solidaritas tidak diajarkan bagaimana cara membuat outline.
Di Edukasi berkutat tentang berita dunia pendidikan, di Solidaritas masih belum bisa fokus berkutat kemana.
Di Edukasi saya diajarkan untuk menggunakan bahasa jawa, di Solidaritas saya jarang pakai bahasa Jawa. Karena mayoritas para petinggi petinggi Edukasi masih menggunakan bahasa lokal daerah masing masing. Mau tidak mau saya ikut terbawa arus menggunakan bahasa jawa. Kata seseorang, semakin sering kita berkumpul dengan orang lain maka kebiasaan kebiasaan kita akan tercampur dengan kebiasaan orang lain.
Di Edukasi saya bisa merasakan nikmatnya makanan gratis, di Solidaritas belum pernah dan tidak mengharapkan pula. Hidup di Edukasi itu sebenarnya nikmat. Tinggal kamunya mau aktif nulis dan aktif di kegiatan lainnya, hidupmu tentram. Di Edukasi manusianya cuma segelintir. Jadi jika ada sebuah pertemuan pastilah setelahnya kita makan makan. Di Solidaritas, manusianya banyak, kasihan bendaharanya.
Di Edukasi saya diajarkan membuat Outline, di Solidaritas saya diajarkan untuk Berpikir Kritis. Bukan berarti di Edukasi tidak diajarkan untuk berpikir kritis, hanya saja sewaktu pelantikan dasar materi Metode Berpikir Kritis tidak dibagikan. Senasib, di Solidaritas tidak diajarkan bagaimana cara membuat outline.
Di Edukasi berkutat tentang berita dunia pendidikan, di Solidaritas masih belum bisa fokus berkutat kemana.


gilak. organisasinya banyak :3
BalasHapusBiasah mbak. Mahasiwi baru. Semangat masih tinggi tingginya ikut ini itu :D
Hapus