Kesalahan Tekhnik Pengajaran
Mayoritas sistem pengajaran yang diterapkan di Indonesia adalah bagi murid baru masih diperlakukan lembut selembut perlakuan bayi. Giliran sudah menjadi senior baru ditegasi.
Jika seorang murid sudah terbiasa mendapat perlakuan manis di awal lalu mendekati UNAS baru digembleng dengan guru guru killer, itu akan membuat siswa memberontak.
Misalnya saja, di tahun pertama, mayoritas murid baru mendapatkan guru yang sangat lembut, lemah gemulai, baik hati dan tidak sombong. Baru mendekati akhir tahun ke-3 mereka mendapatkan guru yang killer, super tegas, mampu membuat mata melotot mau keluar.
Karena mereka sudah terbiasa diperlakukan lembut di tahun pertama dan kedua, lalu tiba tiba mereka diperlakukan seperti prajurit militer di tahun ke-3, itu akan membuat siswa tertekan.
Harusnya, sejak mereka menginjakkan kaki untuk yang pertama kalinya di sekolah, mereka harus mendapatkan guru yang tegas. Agar nanti ke depannya mereka terbiasa untuk tegas terhadap diri sendiri. Kalau di tahun pertama sudah terbiasa dengan guru yang tegas, disiplin, maka di tahun tahun berikutnya bakal mereka lalui dengan nyaman. Kalau mereka mendapatkan guru yang lembut, mereka santai. Kalau mereka mendapatkan guru yang tegas lagi, mereka sudah terbiasa.
Pepatah lama mengatakan, "Penyesalan selalu berada di belakang". Lha, kenapa tidak kita coba rubah pepatah tersebut? Bahwa bagaimana agar penyesalan itu tidak datang.
Jadi, daripada murid baru diberi ketegasan di akhir tahun, lebih baik dari awal dia sekolah sudah mendapatkan ketegasan dan kedisiplinan.
Bahasanya kacau. Semoga yang membaca ini ngarti akan maksud dan tujuan dari tulisan ini. Mata sudah berkunang kunang. Punggung sudah capek. Tempat saya duduk sudah mulai terasa panas. Tips bagi para pecandu PC/Laptop, selalu sediakan air minum ketika kalian ingin menatap layar komputer bejam jam.
Jika seorang murid sudah terbiasa mendapat perlakuan manis di awal lalu mendekati UNAS baru digembleng dengan guru guru killer, itu akan membuat siswa memberontak.
Misalnya saja, di tahun pertama, mayoritas murid baru mendapatkan guru yang sangat lembut, lemah gemulai, baik hati dan tidak sombong. Baru mendekati akhir tahun ke-3 mereka mendapatkan guru yang killer, super tegas, mampu membuat mata melotot mau keluar.
Karena mereka sudah terbiasa diperlakukan lembut di tahun pertama dan kedua, lalu tiba tiba mereka diperlakukan seperti prajurit militer di tahun ke-3, itu akan membuat siswa tertekan.
Harusnya, sejak mereka menginjakkan kaki untuk yang pertama kalinya di sekolah, mereka harus mendapatkan guru yang tegas. Agar nanti ke depannya mereka terbiasa untuk tegas terhadap diri sendiri. Kalau di tahun pertama sudah terbiasa dengan guru yang tegas, disiplin, maka di tahun tahun berikutnya bakal mereka lalui dengan nyaman. Kalau mereka mendapatkan guru yang lembut, mereka santai. Kalau mereka mendapatkan guru yang tegas lagi, mereka sudah terbiasa.
Pepatah lama mengatakan, "Penyesalan selalu berada di belakang". Lha, kenapa tidak kita coba rubah pepatah tersebut? Bahwa bagaimana agar penyesalan itu tidak datang.
Jadi, daripada murid baru diberi ketegasan di akhir tahun, lebih baik dari awal dia sekolah sudah mendapatkan ketegasan dan kedisiplinan.
Bahasanya kacau. Semoga yang membaca ini ngarti akan maksud dan tujuan dari tulisan ini. Mata sudah berkunang kunang. Punggung sudah capek. Tempat saya duduk sudah mulai terasa panas. Tips bagi para pecandu PC/Laptop, selalu sediakan air minum ketika kalian ingin menatap layar komputer bejam jam.


bisa diterapkan itu... sukses lah menantinya
BalasHapus