#Survei2 Surat Undangan Pernikahan

Ini cuma perasaan saya atau memang episode Kera Sakti hari ini (7/2) ada beberapa adegan yang di-cut. Ah, sudahlah.. toh adegan itu masih tersimpan samar samar di memori otak.

Iseng iseng berhadiah. Hari ini saya melakukan survei (lagi) kecil kecilan. Sesuatu yang mungkin menurut mereka kurang penting.

Tentang undangan pernikahan.

Bukan... Bukan berarti saya melakukan survei tentang ini saya mau membuat undangan pernikahan =___=

Mana yang lebih sering kalian jumpai pas wak tu baca undangan pernikahan, nama Sang mempelai pria dulu atau nama Sang mempelai wanita dulu?

Dari beberapa teman saya yang kebetulan kena jebakan saya, mereka mengaku lebih sering menemukan (?) undangan dengan nama Sang mempelai pria dulu baru dibawahnya nama Sang mempelai wanita.

Menurut kalian, ada nggak perbedaannya?

Di beberapa wilayah, ada!

Kalau kalian menerima undangan dengan nama Sang mempelai pria dulu, itu berarti acara makan makannya diselenggarakan oleh pihak Sang mempelai pria. Dengan kata lain, yang mengundang itu dari pihak keluarga pengantin pria.

Kalau kalian menerima undangan dengan nama Sang mempelai wanita dulu, itu berarti acara makan makannya di kediaman Sang mempelai wanita. *ini kenapa fokusnya ke acara makan makan?  =___=

Ini diperkuat dengan jawaban yang saya terima dari ibu saya tercintaaaaahhhh...

Jadi, saya mau menerangkan pemahaman salah satu murid abal abal saya, yang mengatakan bahwasannya kemerdekaan ialah hak segala bangsa *eh?* maksudnya dia mengatakan bahwasannya undangan pernikahan itu harusnya selalu nama Sang mempelai pria diutamakan alias di atas baru nama Sang mempelai wanita. Ketahuilah anakku, itu nggak selalu. Buktinya beberapa teman teman saya dan saya pun pernah menjumpai undangan pernikahan yang nama Sang Mempelai wanitanya di atas. Kalau nggak percaya, mari tanya abang abang percetakan. XD

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer