Tipuan Kila
Scane 1 :
Lokasi di beranda belakang rumah.
Di sebuah beranda belakang rumah, terdapat ayunan sederhana yang sengaja dibuat sebagai pemanis taman belakang. Saat itu mendung menutupi semua bintang yang ingin membagikan sinarnya.
"Mendung ya?" tanya remaja gadis, sebut saja dia Disa.
"Iya" jawab remaja laki laki, sebut saja dia Kila. Kila menjawab pertanyaan Disa sembari memencet mencet keypad handphonenya. Dia sepertinya sedang sibuk dengan seseorang yang berada di sana.
"Besok ada rencana mau main gak?" tanya Disa sembari menggerakkan ayunan yang didukinya.
"Hmm.. belum ada." jawab Kila dengan nada datar dan masih tetap sibuk memencet mencet keypad handphone.
"Keluar yuk. Ada film baru."
"Oke." jawab Kila masih dengan nada datar.
Berkali kali mendapatkan tanggapan datar, Disa mulai jengkel.
"Kamu lagi smsan sama siapa sih?" tanya Disa selidik.
"Sama temen."
Disa tak mau percaya begitu saja. Diam diam dia menjulurkan kepalanya untuk mengintip isi sms yang dikirmkan Kila, pacarnya.
"Aku sayang kamu, Beb" Kila lalu mengirimkan pesan singkat tersebut ke temannya. Tanpa sepengetahuan Kila, ternyata Disa membaca isi sms tersebut.
"BEB? OH.. GITU! JADI KAMU SMSAN SAMA CEWEK LAIN? SUDAH MANGGIL BEB PULA? GITU YA TERNYATA KAMU!" Tanpa pikir panjang, Disa langsung berlari menuju ke dalam rumah.
"Dis.. tunggu. Ini bukan seperti yang kamu kira." Kila berteriak sembari mengejar Disa yang langsung melejit cepat menuju kamarnya.
Namun percuma saja, kamar Disa langsung terkunci rapat saat Kila sudah berada di depan pintu.
"Dis... Disa.. Tunggu, dengar ceritaku dulu. Itu Bebi. Namanya memang Bebi. Dan semua teman sekolah memanggilnya Beb. Memang nama panggilannya itu. Kalau nggak percaya, aku telfon dia. Kamu tanya sendiri.
Disa membuka pintu kamarnya. Dan langsung merebut handphone Kila.
"Halo. Ini Benar Bebi temannya Kila? Nama kamu memang Bebi ya?"
"Iya. Nama saya Bebi. Ini pasti Disa pacarnya Kila ya? Kila sering cerita tentang kamu. Kamu orangnya imut, lucu, menggemaskan katanya. Hihi.." jawab Bebi di ujung telepon sana.
"Tut...tut...tut..." Disa langsung memutus telponnya.
"Kok bahasanya sok perhatian gitu?" Tanya Disa masih tidak percaya.
"Aku sama Bebi ada tugas bikin drama. Bebi kehabisan ide untuk jalan ceritanya, makanya aku bantu bikin dialognya lewat sms."
"Oh. Yasudah, kamu pulang sana." Disa langsung menutup pintunya rapat rapat tanpa mengantarkan Kila sampai ke depan pagar rumah.
Lokasi di mobil Kila.
"Mau ke bioskop mana?" tanya Kila berusaha menenagkan Disa yang masih cemburu dengan kejadian kemarin malam.
"Terserah."
Empat puluh empat menit kemudian, mereka sampai di suatu mall. Mereka langsung menuju ke bioskop. Sampai di depan pintu masuk bioskop, Kila melihat wajah seorang perempuan yang sudah lama ia kenal.
"Beeeebbb..." teriaknya.
Seseorang itu mencari cari sumber suara yang memanggilnya sampai matanya menangkap lambaian tangan seseorang.
"Kilaaaa... Dan ini pasti Disa ya?"
"Iya." Disa berusaha tersenyum manis di depan Bebi.
"Ini Bebi. Temanku. Namanya memang Bebi, sayang." Kila berusaha menjernihkan pikiran gadisnya.
"Iya..iya. Aku percaya kok. Sudah sudah, kita ke sini niatnya mau nonton film, bukan? Aku yang beli tiketnya ya. Kali ini kamu harus nonton film pilihanku." ucap Disa sembari mengumbar senyum manis.
Saat Disa membeli tiket...
"Fuhh.. Untunglah dia langsung percaya. Dan untung saja dia tidak memintamu untuk mengeluarkan KTP-mu, Leni." ucap Kila pada seorang perempuan yang berada di sampingnya.
"Iya. ^^ Namaku Leni bukan Bebi. Untungnya kamu kemarin buru buru sms menjelaskan keadaan Disa. Kalau tidak, bisa bisa dia tau kalau kamu berbohong punya teman yang namanya Bebi."
Lokasi di beranda belakang rumah.
Di sebuah beranda belakang rumah, terdapat ayunan sederhana yang sengaja dibuat sebagai pemanis taman belakang. Saat itu mendung menutupi semua bintang yang ingin membagikan sinarnya.
"Mendung ya?" tanya remaja gadis, sebut saja dia Disa.
"Iya" jawab remaja laki laki, sebut saja dia Kila. Kila menjawab pertanyaan Disa sembari memencet mencet keypad handphonenya. Dia sepertinya sedang sibuk dengan seseorang yang berada di sana.
"Besok ada rencana mau main gak?" tanya Disa sembari menggerakkan ayunan yang didukinya.
"Hmm.. belum ada." jawab Kila dengan nada datar dan masih tetap sibuk memencet mencet keypad handphone.
"Keluar yuk. Ada film baru."
"Oke." jawab Kila masih dengan nada datar.
Berkali kali mendapatkan tanggapan datar, Disa mulai jengkel.
"Kamu lagi smsan sama siapa sih?" tanya Disa selidik.
"Sama temen."
Disa tak mau percaya begitu saja. Diam diam dia menjulurkan kepalanya untuk mengintip isi sms yang dikirmkan Kila, pacarnya.
"Aku sayang kamu, Beb" Kila lalu mengirimkan pesan singkat tersebut ke temannya. Tanpa sepengetahuan Kila, ternyata Disa membaca isi sms tersebut.
"BEB? OH.. GITU! JADI KAMU SMSAN SAMA CEWEK LAIN? SUDAH MANGGIL BEB PULA? GITU YA TERNYATA KAMU!" Tanpa pikir panjang, Disa langsung berlari menuju ke dalam rumah.
"Dis.. tunggu. Ini bukan seperti yang kamu kira." Kila berteriak sembari mengejar Disa yang langsung melejit cepat menuju kamarnya.
Namun percuma saja, kamar Disa langsung terkunci rapat saat Kila sudah berada di depan pintu.
"Dis... Disa.. Tunggu, dengar ceritaku dulu. Itu Bebi. Namanya memang Bebi. Dan semua teman sekolah memanggilnya Beb. Memang nama panggilannya itu. Kalau nggak percaya, aku telfon dia. Kamu tanya sendiri.
Disa membuka pintu kamarnya. Dan langsung merebut handphone Kila.
"Halo. Ini Benar Bebi temannya Kila? Nama kamu memang Bebi ya?"
"Iya. Nama saya Bebi. Ini pasti Disa pacarnya Kila ya? Kila sering cerita tentang kamu. Kamu orangnya imut, lucu, menggemaskan katanya. Hihi.." jawab Bebi di ujung telepon sana.
"Tut...tut...tut..." Disa langsung memutus telponnya.
"Kok bahasanya sok perhatian gitu?" Tanya Disa masih tidak percaya.
"Aku sama Bebi ada tugas bikin drama. Bebi kehabisan ide untuk jalan ceritanya, makanya aku bantu bikin dialognya lewat sms."
"Oh. Yasudah, kamu pulang sana." Disa langsung menutup pintunya rapat rapat tanpa mengantarkan Kila sampai ke depan pagar rumah.
*****
Scane 2:Lokasi di mobil Kila.
"Mau ke bioskop mana?" tanya Kila berusaha menenagkan Disa yang masih cemburu dengan kejadian kemarin malam.
"Terserah."
Empat puluh empat menit kemudian, mereka sampai di suatu mall. Mereka langsung menuju ke bioskop. Sampai di depan pintu masuk bioskop, Kila melihat wajah seorang perempuan yang sudah lama ia kenal.
"Beeeebbb..." teriaknya.
Seseorang itu mencari cari sumber suara yang memanggilnya sampai matanya menangkap lambaian tangan seseorang.
"Kilaaaa... Dan ini pasti Disa ya?"
"Iya." Disa berusaha tersenyum manis di depan Bebi.
"Ini Bebi. Temanku. Namanya memang Bebi, sayang." Kila berusaha menjernihkan pikiran gadisnya.
"Iya..iya. Aku percaya kok. Sudah sudah, kita ke sini niatnya mau nonton film, bukan? Aku yang beli tiketnya ya. Kali ini kamu harus nonton film pilihanku." ucap Disa sembari mengumbar senyum manis.
Saat Disa membeli tiket...
"Fuhh.. Untunglah dia langsung percaya. Dan untung saja dia tidak memintamu untuk mengeluarkan KTP-mu, Leni." ucap Kila pada seorang perempuan yang berada di sampingnya.
"Iya. ^^ Namaku Leni bukan Bebi. Untungnya kamu kemarin buru buru sms menjelaskan keadaan Disa. Kalau tidak, bisa bisa dia tau kalau kamu berbohong punya teman yang namanya Bebi."


Komentar
Posting Komentar