Wejangan dari Orang Terkasih
Dua hari lagi menuju tanggal Empatbelas Februari Duaribu empat belas (tanggalnya cakep) :3
Memangnya ada di tanggal itu?
Tidak ada apa apa!
Kalau nggak percaya, cek kalender sana! Tanggal merah bukan? Ada catatan agenda nasional bukan?
Kosong, bukan? Berarti di tanggal 14-02-14 itu adalah hari biasa. Hari Jumat. Kalau ada yang bilang di hari itu adalah hari kasih sayang, it's bullshit mamen. Cuma propaganda dari perusahaan coklat.
Berbicara masalah kasih sayang, terlebih di kalangan remaja. Pasti hal pertama yang muncul adalah Sang Pacal. Mau mengelak? Monggo! Tapi mayoritas pasti berpikirnya ke arah situ. Gitu.
Berbicara masalah orang terkasih, dalam hal ini adalah Sang Pacal, percaya atau tidak, seseorang lebih mudah menerima wejangan dari Sang Pacal ketimbang mendengarkan nasehat dari orang tua atau teman temannya atau bahkan guru BK-nya.
Lihat! Sudah berapa remaja yang rela membangkang demi menyenangkan hati Sang Pacal.
Biasanya, omongan orang terkasih itu lebih mudah masuk ke dalam lubuk hati yang paling dalam sedalam dalamnya sumur masih lebih dalam hatimu. Kata kata itu tertancap kuat di hatimu, mengalir deras melalui nadimu, dan bersemayam di pikiranmu.
Jadi, saran saya bagi yang merasa di-kasih-sayangi oleh seseorang, berilah dia wejangan wejangan yang manis manis. Janganlah memberikan wejangan yang buruk. Kalau memang ingin mengkritik 'dia' kasihlah saran sekaligus. KRITIK TANPA SOLUSI CUMA BIKIN SAKIT HATI.
Janganlah dirusak pemikirannya! Janganlah dirusak hidupnya gegara menerima wejangan yang buruk dari kamu!
Salam Jomblo *eh?
Memangnya ada di tanggal itu?
Tidak ada apa apa!
Kalau nggak percaya, cek kalender sana! Tanggal merah bukan? Ada catatan agenda nasional bukan?
Kosong, bukan? Berarti di tanggal 14-02-14 itu adalah hari biasa. Hari Jumat. Kalau ada yang bilang di hari itu adalah hari kasih sayang, it's bullshit mamen. Cuma propaganda dari perusahaan coklat.
Berbicara masalah kasih sayang, terlebih di kalangan remaja. Pasti hal pertama yang muncul adalah Sang Pacal. Mau mengelak? Monggo! Tapi mayoritas pasti berpikirnya ke arah situ. Gitu.
Berbicara masalah orang terkasih, dalam hal ini adalah Sang Pacal, percaya atau tidak, seseorang lebih mudah menerima wejangan dari Sang Pacal ketimbang mendengarkan nasehat dari orang tua atau teman temannya atau bahkan guru BK-nya.
Lihat! Sudah berapa remaja yang rela membangkang demi menyenangkan hati Sang Pacal.
Biasanya, omongan orang terkasih itu lebih mudah masuk ke dalam lubuk hati yang paling dalam sedalam dalamnya sumur masih lebih dalam hatimu. Kata kata itu tertancap kuat di hatimu, mengalir deras melalui nadimu, dan bersemayam di pikiranmu.
Jadi, saran saya bagi yang merasa di-kasih-sayangi oleh seseorang, berilah dia wejangan wejangan yang manis manis. Janganlah memberikan wejangan yang buruk. Kalau memang ingin mengkritik 'dia' kasihlah saran sekaligus. KRITIK TANPA SOLUSI CUMA BIKIN SAKIT HATI.
Janganlah dirusak pemikirannya! Janganlah dirusak hidupnya gegara menerima wejangan yang buruk dari kamu!
Salam Jomblo *eh?


gw suka gaya loe
BalasHapus@ku suka gaya K@moe....