Imajinasi Anak vs Dewasa

Seorang anak yang masih di bawah umur mempunyai imajinasi tingkat dewa. Imajinasinya masih sangat tinggi. Masih sangat liar. Kepala mereka masih dipenuhi dengan dunia - dunia khayalan mereka. Contoh kecil, ketika sebuah sapu dihadapkan pada seorang anak kecil dan seorang remaja / dewasa, maka mereka pasti mempunyai representasi yang berbeda satu sama lain tentang benda yang ada dihadapan mereka. 

Sebuah sapu, dihadapan seorang anak di bawah umur (a.k.a anak kecil), bisa jadi mereka merepresentasikan sapu tersebut menjadi sebuah gitar listrik super keren yang mampu menyengat perhatian para cewek cewek.

SEDANGKAN, sebuah sapu dihadapan seseorang remaja/dewasa tetep menjadi sebuah sapu. Mereka sudah mulai kehilangan imajinasi liar mereka sewaktu kecil dulu.

Dan ternyata, statement di atas, tidak hanya berlaku bagi manusia. Bagi hewan juga. 

Saya punya dua kucing di rumah. Yang satu masih unyu unyu, masih kecil, dan... sepertinya... masih di bawah umur (dilihat dari fisiknya). Dan yang satu lagi sudah remaja mendekati dewasa. Kalau jalan sudah angkuhnya luar binasa.

Ketika saya mencoba menggelindingkan bola bekel di hadapan mereka, ternyata yang tanggap untuk mengejar bola bekel tersebut cuma si kucing yang masih kecil. Yang kucing dewasa, bersikap sok cool dengan tidak mempedulikan kemana arah bola itu pergi. 

Mungkin, si kucing kecil, merepresentasikan bola bekel adalah tikus yang sedang berjalan. Makanya dia kejar. Sedangkan si kucing dewasa, sudah sepenuhnya sadar, bahwa itu adalah bola, bahwa itu adalah tipuan manusia biar para manusia itu tertawa melihat tingkah saya.

So, beruntunglah kalian yang sekarang sudah menginjakkan kaki di dunia remaja/dewasa awal, dan imajinasi kalian masih sangat kuat, luas, liar.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer