Jarak

Seseorang pernah berkata, "Semakin kita jauh, semakin jelas saya bisa melihat kondisimu."
Filosofinya seperti ini :
Bayangkan kamu dan adikmu saling berhadapan. Coba kamu berdiri 5 cm di depan adikmu. Bisakah kamu melihat adikmu dengan jelas? Tentu tidak. Lalu cobalah berdiri sejauh 50cm di depan adikmu. Bisakah kamu meliaht adikmu dengan jelas? Tentu bisa. Kamu bisa melihat kondisinya dengan jelas, dia memakai baju apa, model rambutnya seperti apa, dll.

Teman saya bilang, "Semakin kita jauh, semakin jelas saya bisa melihat kondisimu." Lalu, kalau misalkan mata yang digunakan untuk melihat jarak jauh mempunyai masalah seperti mata minus, atau mata silinder, bagaimana? Bukankah itu akan mengaburkan penglihatan sehingga mampu mengaburkan kondisi yang sebenarnya.

Ah, belibet. Intinya, terkadang menjadi orang sok tau itu nggak baik.


*beralih ke topik lain*
Saat pelantikan menteri Kabinet Kerja, orang tua saya tak henti hentinya membicarakan tentang 2 menteri. Menteri Kelautan dan Perikanan yang super nyentrik dan ketje, Susi Pudjiastuti serta Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi yang lulusan dari IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Komentar

  1. itu hanya kata-kata kiasan yang amat sangat susah sekali penjabaran maknanya..
    jangan di telan bulat bulat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer