Politik Tai Kucing


Ternyata benar apa yang dikatakan Mbak Anifa selama ini. "Kalau kamu ingin merubah suatu sistem dalam organisasi, kamu mau gak mau harus masuk ke dalamnya.

Terbukti dalam sosok Gie. Yang awalnya dia benci sekali ikutan organisasi, namun karena dia sudah terlalu muak dengan tatanan organisasi yang ada di dalam kampusnya, mau gak mau dia bergabung dalam organisasi senat mahasiswa demi merubah yang dianggapnya kurang sesuai.

Dia mengajak teman temannya yang sepaham dengan dia untuk bergabung dalam organisasi politik tai kucing menurut mereka. Berharap semoga mereka bisa menawarkan suatu sistem baru dalam kepengurusan senat mahasiswa.

Ahhh.. pikiran saya jadi terlempar jauh ke kampus kesayangan. Kampus yang dari luar memang didnominasi oleh warna hijau tapi ketika kamu masuk ke dalamnya, kamu akan merasakan dominasi warna kuning. Iya. Merasakan, bukan melihat.

Saya, sejak terbuka mata saya tentang bagaimana busuknya tatanan senat mahasiswa yang ada di kampus saya, ingin sekali merubah itu semua. Merubah sistem yang selama ini bisa dikatakan sebagai sistem turun temurun. 

Tai kucing. Memang benar benar tai kucing. Apa namanya kalau bukan tai kucing, yang bisa menjadi gubernur hanyalah mereka yang berasal dari suatu golongan.

Apakah kami, yang merasa tatanan sema salah, harus terjun ke dalamnya demi merubah itu semua?


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer