The Golden Compas
The Golden Compas.
Jujur saya, teman saya menyatakan bahwa film ini lebih baik daripada film Lemoni Snickets tapi menurut saya, tetaplah Lemoni Snickets masih lebih baik daripada ini.
Satu jam lima puluh tiga menit, cukup membuat saya bosan. Berkali kali saya menengok ke bagian bawah video player untuk mengintip kurang berapa menit lagi film ini akan berakhir. Memang tidak semua scene dalam film ini membosankan. Ada beberapa adegan seperti saat Lyra mencoba membaca kompas emasnya, adegan perang antara Gytian dan Gobbler. Tapi dibandingkan adegan serunya, saya mendapatkan banyak adegan boringnya.
Kenapa saya boring? Mungkin, satu, saya kurang mengerti istilah istilah yang dipakai dalam film ini. Dust, Gobbler, Gytian, dll. Yang kedua, mungkin saat saya menonton film ini, pikiran saya sedang tidak nyaman, jadi saya kurang bisa menangkap cerita secara keseluruhan.
Tapi saya suka di part endingnya. Membuat para penonton bertanya tanya, adakah The Golden Compas 2? Mengingat akhir cerita dari film ini sepertinya masih belum usai peperangan antara Lyra dan para Gobbler, fakta bahwa Asriel adalah ayah Lyra juga belum sepenuhnya dibahas.
Kesimpulannya, saya masih memberi poin lebih pada Lemoni Snickets dibanding The Golden Compas. Terimakasih Dian, teman SMP saya yang lebih sering saya temui di twitter yang sudah (secara tidak langsung) merekomendasikan film ini.
Jujur saya, teman saya menyatakan bahwa film ini lebih baik daripada film Lemoni Snickets tapi menurut saya, tetaplah Lemoni Snickets masih lebih baik daripada ini.
Satu jam lima puluh tiga menit, cukup membuat saya bosan. Berkali kali saya menengok ke bagian bawah video player untuk mengintip kurang berapa menit lagi film ini akan berakhir. Memang tidak semua scene dalam film ini membosankan. Ada beberapa adegan seperti saat Lyra mencoba membaca kompas emasnya, adegan perang antara Gytian dan Gobbler. Tapi dibandingkan adegan serunya, saya mendapatkan banyak adegan boringnya.
Kenapa saya boring? Mungkin, satu, saya kurang mengerti istilah istilah yang dipakai dalam film ini. Dust, Gobbler, Gytian, dll. Yang kedua, mungkin saat saya menonton film ini, pikiran saya sedang tidak nyaman, jadi saya kurang bisa menangkap cerita secara keseluruhan.
Tapi saya suka di part endingnya. Membuat para penonton bertanya tanya, adakah The Golden Compas 2? Mengingat akhir cerita dari film ini sepertinya masih belum usai peperangan antara Lyra dan para Gobbler, fakta bahwa Asriel adalah ayah Lyra juga belum sepenuhnya dibahas.
Kesimpulannya, saya masih memberi poin lebih pada Lemoni Snickets dibanding The Golden Compas. Terimakasih Dian, teman SMP saya yang lebih sering saya temui di twitter yang sudah (secara tidak langsung) merekomendasikan film ini.



Komentar
Posting Komentar