JEC 2016, Kece!
A week after our big day, the D-day of Jatim English Competition 2016, Preserving Indonesia Heritage through Technology, still feel the euforia though.
H-3 JEC 2016 saya rela ngelembur di PES (our un-official base camp) buat ngeprint ini dan itu, buat bikin ini dan itu, buat ngebungkus ini dan itu. Kenapa PES? Karena PES adalah kontrakan mahasiswa PBI yang... bisa dibilang cukup luas (hoax! Luas banget malah). Dan kenapa harus ngeprint di PES? Ya, you know, kampus kami terlalu luas untuk menyediakan ruang sebagai base camp organisasi mahasiswa.
Back to H-3...
Apa yang saya lakukan, ngelembur 3 hari di PES, itu masih belum seberapa dengan apa yang mereka lakukan di 3 bulan lebih persiapan JEC 2016.
Berawal dari pemilihan ketua JEC yang dilakukan pada saat Rapat Kerja, pembentukan panitia tiap divisi, pembuatan soal, mekanisme, form online, cari sponsorship, dan yang terberat, sebar undangan untuk menarik minat peserta.
Ingat kalian bolak balik kota Surabaya - kota Rayon demi mengurus MoU? Ingat masalah Jember yang sampai minta perjanjian dengan fakultas? Jangan lupakan juga pengorbanan kalian sebar undangan, cari dana demi 60juta, bolak balik konsultasi soal dan mekanisme lomba ke dosen, dan pengorbanan lainnya yang kalau saya ketik di sini bakal menghabiskan waktu 3 hari buat namatin.
Berawal dari kas (minus) - Rp 2.000.000, kalian mulai menggandakan mekanisme, undangan, dan poster. Sampai pada hari-H, alhamdulillah, duitnya tumpeh tumpeh.
Jangan lupakan kekecewaan kita tentang Auditorium. Yang gara gara hajat seseorang, kita rela mengadakan acara di puncak tertinggi gedung baru Tarbiyah (Literally!). Hyperbola. Tapi sungguh, itu perjuangan yang sangat melelahkan. Di Auditorium semuanya sudah ada, mulai dari kursi sampai sound system, lengkap. Sedangkan di lantai 4, puncak tertinggi gedung Tarbiyah? Kami hanya disediakan ruang dan AC. Kamu tau kan acara JEC itu besar, yang datang banyak, sekitar 500 orang hadir. Jadi bisa dibayangkan, betapa linunya kaki para panitia cowok yang rela naik-turun buat ngangkut kursi dari lantai 2 ke lantai 3, dari lantai 3 ke lantai 4, sebanyak 500 kursi. Lebih. Itu baru kursi peserta, kursi tamu undangan? Sound system? Meja?
Dan panitia juga yang harus menurunkan lagi kursi kursi tersebut ke lantai masing-masing.
Pasti pernah terjadi ketidak-cocokan antar-panitia, pasti pernah terjadi uring uringan antar panitia, pasti pernah merasa kesal, marah, merasa "aku kerja sendirian", tapi kalian berhasil menyembunyikan itu semua dan kalian tetap jalan bersama sama hingga akhir JEC.
Saya pribadi mengucapkan terima kasih. Terima kasih kalian sudah mau menerima hajatan HMP PBI 2016 untuk mengadakan JEC 2016. Kalian yang paling banyak merasakan sakit, diphp perusahaan, diphp dana jurusan, diomelin guru pendamping.
Maaf kalau saya selama ini kurang membantu kalian dalam mempersiapkan acara ini. Maaf kalau selama ini saya hanya bisa menyuruh tanpa memberi masukan. Maaf kalau selama ini kalian sering tanya tapi kurang puas atas jawaban saya. Maaf... dan terima kasih.
Dari awal kalian sudah berlapang dada mau untuk meng-handle acara JEC saja saya sudah Alhamdulillah. Mengingat JEC pernah vakum 1 periode.
Sekali lagi, maaf... dan terima kasih.


Komentar
Posting Komentar