About Time

Rachel McAdams itu cantik.

Filmnya Rachel McAdams itu nggak pernah ngeboseni.

Film tentang Time Traveler itu luar biasa.

Elu nonton filmnya Rachel McAdams tentang Time Traveler, kelar hidupmu.

Pandangan nggak akan beralih dari layar laptop kecuali ibuk manggil elu buat ngangkatin jemuran karena mau hujan.

I really need a tool that can convert every sentence that suddenly pop up in my mind into a file in my laptop. Entahlah, kadang ada beberapa kalimat yang sangat berharga tapi saya terlalu malas untuk menulisnya. Dan ketika saya ingin menuliskannya, dia menghilang kayak Avatar saat dibutuhkan.

About Time.

I should thank to Gomez because of her movie folder, I found this film.

Yap, seperti judul filmya, About Time, film tahun 2013 yang menyandingkan Rachel McAdams dengan Domhnall Gleson (Yang ketika saya lihat matanya, mengingatkan saya pada Ronald Weasley. Bahkan bulu matanya juga berwarna. :v), completely it talks about time. Time traveler in specific. For me, as far I know, this is Rachel McAdams' movie about time traveler. Sebelumnya dia juga main di film dengan tema yang sama with the title Time Travelers Wife.

Kembali ke About Time. Di awal film kita akan diperkenalkan dengan keluarganya Tim, yang terlihat seperti keluarga biasa pada umumnya. Sampai suatu hari, sehari setelah perayaan Tahun Baru, ayahnya Tim memanggil Tim untuk membicarakan sesuatu hal yang penting. Ayahnya Tim menceritakan tentang suatu kebiasaan unik dari keluarganya, yang hanya bisa dirasakan oleh anak laki laki saja. Dan kebiasaan ini sudah turun temurun sejak kakeknya. Ayahnya Tim bisa menjelajah waktu. Yap. Dan, jika ayahnya bisa, Tim pun juga dipastikan bisa.

Awalnya Tim mengira ini hanya lelucon sampah ayahnya. Dengan perasaan yang sangat penasaran, dia akhirnya membuktikannya sendiri. Cara mereka menjelajah waktu adalah dengan berada di ruangan yang gelap (lemari lebih disarankan), lalu mengepalkan kedua tangan sambil memikirkan tujuan dari penjelajahan waktu kita.
And. He did. Tim benar benar bisa menjelajah waktu.

Setelah mengetahui hal ini, hari hari Tim menjadi berwarna. Dia tidak lagi pecundang. Dia mulai berbenah menjadi Tim yang keren.

Cerita selanjutnya bisa ditebak sendirilah, Tim menggunakan kemampuan menjelajah waktunya untuk menemukan cinta sejatinya. And he did. Dia berhasil menemukan sosok yang dicintainya, Mary yang diperankan oleh Rachel McAdams.

Film ini mengesampingkan tentang efek dari penjelajahan waktu. Dari beberapa film yang mengangkat tema yang sama, harusnya, ketika kita kembali ke masa lalu, kemudian kita merubah sesuatu hal dalam hidup kita, itu akan berimbas pada kehidupan kita di masa depan. Ada teori lain yang mengatakan bahwa ketika kita menjelajah waktu ke masa lalu, kita tidak boleh sampai bertemu dengan diri kita sendiri. Itll make you an insane. :v

And, well, yah, sepertinya sutradara tidak ingin membuat film ini menjadi terlalu rumit. Cukup dengan Tim bisa menjelajah waktu tanpa harus mengkhawatirkan akan bertemu dirinya sendiri, tidak ada efek kupu kupu (Butterfly Effect, coba tonton film ini lah kalau kalian penggemar film film bertemakan Time Traveler), dan dia bisa memperbaiki setiap kesalahan yang dibuatnya di masa lalu.
About Time merupakan film yang datar, if I might say. I mean, theres no big trouble that happen in this movie. Masalah yang sangat kronis mungkin ketika adiknya Tim kecelakaan dan ayahnya Tim meninggal karena kanker. Just it.

Tapi walaupun flat, saya nyaman nontonnya. Terbukti, dengan durasi 2jam 3menit 22detik, saya hanya 3 kali melirik ke bagian bawah monitor buat cari tau, kurang berapa menit lagi film ini akan berakhir. Kita dibuat terlena dengan kisahnya Tim yang bolak balik menjelajah waktu.

Di akhir film ini, sang narrator mencoba memberitahu para penonton, bahwa sekalipun kamu nggak butuh kemampuan menjelajah waktu untuk bisa bahagia. Karena sejatinya, kita hidup dengan melalui berbagai macam hari. Akan lebih nikmat ketika kita menjalaninya dengan penuh syukur.

Komentar

Postingan Populer