Kenalan dengan Film Turki, Su Ve Ates

Su Ve Ates

Setelah cukup dibuat pusing oleh beberepa film bertema-kan time traveler, multiple personality disorder (kepribadian ganda), dan film film dengan twist ending yang membingungkan, hari ini saya mencoba aliran baru. Romance. Datangnya dari Turki. Selama ini isi folder film saya umumnya besutan dari negara Amerika, UK, Jepang, Thailand, dan jangan lupakan India juga. Saya kira mempunyai folder film khusus dari Korea itu sudah the strangest thing in my life. Tapi ternyata ada yang lebih aneh. Film dari Turki singgah di laptop saya.

Su Ve Ates. Saya tidak tahu sama sekali bagaimana cara membecanya, tapi yang jelas bila diartikan ke dalam Bahasa Inggris, menjadi "Water and Fire"(hasil googling). Air dan Api.  Bukan.. bukan. Ini bukan film tentang bahaya bermain api dalam kamar, atau betapa dahsyatnya hujan ketika mereka bersatu. Bukan. Bukan tentang itu.

Film ini bercerita tentang seorang gadis yang bertemu dengan pria kaku yang lupa akan bagaimana caranya tersenyum. Pertemuan mereka berawal di sebuah penerbangan. Si gadis, Yagmur namanya, sebenarnya takut untuk melakukan perjalanan melalui udara. Terlebih apabila tempat duduknya kebetulan di dekat jendela. Karena Yagmur sudah tidak tahan dengan ketakunnya tehadap jendela pesawat, Yagmur menghampiri pramugari dan meminta untuk dicarikan tempat yang lain. Sembari Yagmur menunggu tempat barunya, dia menunggu di lets say kelas bisnis (because Ive never been in a plane so far).

Kembali ke Yagmur. Selama di kelas bisnis, pesawat mengalami turbelensi yang sangat hebat, menyebabkan Yagmur panic dan asal memegang dan mencakar tangan seseorang. Tangan tersebut adalah milik Hasmet. Setelah pesawat kembali stabil, Yagmur membuka matanya dan menemukan kenyataan bahwa dirinya telah mencakar seseorang begitu parah. Dia mengelurkan hansaplas, meminta maaf, dan kembali ke tempat duduk barunya. Pertemuan yang romantic, huh? :v

Setelah ini kalian bisa menebak jalan ceritanya. Yap, mereka bertemu kembali di suatu hari, dan hubungan mereka terus terjalin hingga akhirnya Hasmet, pria kaku yang lupa akan bagaimana caranya tersenyum menaruh hati pada Yagmur. Dan berkat Yagmur, Hasmet kembali ke dirinya seperti semula. Hasmet yang bisa menikmati hidup. Hasmet yang ingat kembali bagaimana caranya tersenym.
Tamat. The End. Not so fast.

Konflik baru dimulai dari sini. Yagmur hamil. Ibu Hasmet yang mempunyai ratusan mata mata di dunia ini mengetahui akan kabar ini. Dan, ibu Hasmet tidak setuju kalau Hasmet memiliki keturunan bukan selain dari dunianya. Oh.. bukan bukan. Ibu Hasmet manusia normal. Yang dimaksud dunianya adalah jauuuuh sebelum Hasmet mengenal Yagmur, dia pernah menembak mati seorang pemimpin kelompok yang paling berbahaya di Turkey. Hasmet kemudian harus menebus kesalahannya tersebut dengan menikahi anak dari pemimpin tersebut, Nupelda. Dengan maksud meredam perang diantara dua kelompok, Hasmet menyetujuinya. Yang berarti harus meninggalkan Yagmur beserta anak yang masih dalam kandungan.

Time flies away. Yagmur berusaha move on dengan merawat bayinya sebaik mungkin. Hasmet, dia menikah dengan Nupelda, tapi tak pernah sekalipun Nupelda membuatnya tertarik. All he thinks is only Yagmur and his son.

Setelah terpisah cukup lama, Hasmet datang kembali ke kehidupan Yagmur. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Hasmet segera membawa lari Yagmur beserta anaknya ke tempat jauh dari peradaban. Bukan, bukan Pluto. Dia memutuskan untuk tinggal di suatu tempat yang tidak bisa ditemukan orang lain. Tamat. The end. Not so fast.

Merasa hidupnya sudah tenang karena sudah menemukan Yagmur dan anaknya, Hasmet melupakan seseorang. Nupelda. Istri sah yang sudah dinikahinya, tidak terima suaminya lari bersama perempuan lain. Kubu Nupelda akhirnya menyandera Turkhan, adik Hasmet, agar Hasmet mau kembali pulang. Hasmet yakin, bahwa Nupelda bisa didinginkan kepalanya dengan sedikit beberapa kalimat pengakuan dari mulut Hasmet. Namun apa daya adiknya Nupelda, Sitki, terus mendesak Nupelda untuk segera membunuh Hasmet karena menganggap kelakuan Hasmet sudah keterlaluan.
Di tangan Nupelda sudah siap senjata api yang mengarah ke dada Hasmet. Dengan tegas, Hasmet menghapiri Nupelda dan mendekatkan dadanya ke lubang peluru pistol yang dipegang Nupelda.

Mengisyaratkan bahwa dia siap mati. Bahwa dia lebih baik mati daripada harus menetap dengan Nupelda. Nupelda, dengan keragu raguan, mau narik pelatuknya itu dia nggak mau kehilangan Hasmet, tapi kalau nggak ditarik itu Hasmet pergi dengan perempuan lain. Repot.

Akhirnya Hasmet membantu Nupelda untuk menarik pelatuknya. DOR!
END! Hasmet benar benar lebih memilih mati.

Percayalah, cerita ini bakal lebih menyentuh kalau kalian melihat filmnya sendiri.

Film yang disutradari oleh Ozcan Deniz, dimana dia juga merupakan seorang penulis cerita dari film ini dan juga pemeran tokoh Hasmet dalam film ini, dirilis pada tanggal 15 November 2013 di Turki, yang kemudian dirilis juga di Jerman. Belum terlalu banyak review tentang film ini. Di IMDB sendiri, dari 2.624 voters , rata rata mereka memberikan bintang 3 pada film ini.
Well, enjoy.

Komentar

Postingan Populer