Ketika Matematika dan Bahasa Bersatu

Kaget dan terkejut adalah ekspresi yang lumrah menurutku ketika pertama kali mendengar kabar bahwa kamu dilamar gebetanmu. Which means, berkuranglah jomblo di Arthur. Which means, bertambahlah musuhmu yang dengki sama kamu, which means.... You broke my theory bahwa Matematika dan Bahasa gak akan pernah bisa bersatu. Akan kutuliskan untukmu kalau kau belum tahu.

Kamu dan aku layaknya Matematika dan Bahasa. Tak akan pernah bersatu.
Matematika tentang angka, sedangkan bahasa tentang huruf.
Matematika itu ilmu pasti, sedangkan bahasa itu tentang interpretasi.
Kalimat Matematika-mu sudah pasti punya satu jawaban, sedangkan kalimat Bahasa-ku mempunyai makna ganda.

Menjijikkan? Iya. :v
But that was my best poet I've ever made I thought.

You see, dengan bersatunya kamu dan dia, sedikit menyadarkan saya bahwa matematika dan bahasa itu bisa bersatu. Bahwa angka dan huruf itu bisa bersatu.

Tapi saya tetep berkilah, bersatunya matematika dan bahasa pasti bakal bikin susah orang lain. Kamu masih inget bukan soal soal UNAS Matematika yang ada variabelnya? O god.

But both of you are not Math and Language. Kalian adalah dua insan yang saling suka, yang saling menerima dan melengkapi satu sama lain, yang sudah diikat dalam suatu hubungan semi resmi, yang Insya Allah kedepannya bakal jadi pasangan yang sukses. That's you two.

Ah~ kalian memang anak anak Matematika dan Bahasa, tapi bukan berarti puisi saya tadi relevan sama kalian. Oke lupakan tentang sinkronisasi hubungan kalian dengan puisi saya.

Lewat postingan ini, saya berharap semoga kalian selalu diberikan bahu, hati, mental dan jiwa yang kuat dan sabar. Karena kita semua tau, jalan kalian pasti gak cuma lurus terus.

Semog menjadi pasangan yang mampu menginspirasi teman teman.

Semoga menjadi pasangan sejati yang terus sama sama berjuang sampai mati. 

Jika kamu bertanya kenapa saya menuliskan ini, maka jawaban yang akan kamu dapatkan adalah tidak ada. Saya hanya ingin menuliskan apa yang berbicara di dalam kepala saya. Karena kita bakal kekal lewat tulisan.

The last from me,

Jangan berjalan didepanku karena aku bukan pengikutmu. Jangan berjalan dibelakangku karena aku bukan pemimpinmu. Tapi berjalanlah disampingku dan jadilah partner hidupku.
-Anonym-

Have a nice day.

Salam hormat dari temanmu,

Joke Receh
Muf.

Komentar

Postingan Populer