Saya, Tekhnologi, dan Gravitasi
Berbicara tentang gravitasi, pasti pikiran kita bakal terarah ke Isaac Newton Sang penemu gaya gravitasi lewat buah apel yang jatuh di atas kepalanya. Dari kejadian jatuhnya buah apel tersebut, Isaac Newton menyadari satu hal, bahwa semua benda yang jatuh di bumi ini pasti jatuhnya ke bawah. Betapa dahsyatnya bumi ini yang memiliki gaya yang mampu menarik semua benda ke dalam pusat bumi.
Lalu, apakah hanya bumi saja yang memiliki keuatan gravitas ini? Tentu tidak. Kita sebagai manusia pun juga memiliki gaya gravitasi. Cuman bedanya, jika gravitasi bumi mampu menarik seluruh benda ke pusat bumi, maka sebagai manusia kita mempunyai gaya gravitasi yang mampu menarik manusia lain berfokus pada kita. Sebagai contoh seorang guru yang ada di dalam kelas menjadi pusat gravitasi seluruh muridnya ketika beliau sedang menyampaikan suatu materi. Contoh lain, seorang artis, anggap saja Ariel, akan menjadi pusat gravitasi masyarakat ketika Ariel sedang jalan - jalan santai di sebuah mall di suatu sore bersama Sophia Muller. Semua mata akan tertuju kepada mereka yang menjadi pusat gravitasi.
Menjadi Gravitasi
Lalu bagaimana dengan saya yang notabene bukan seorang guru pun artis selevel Ariel dan Sophia Muller? Saya yang hanya manusia biasa biasa saja pun juga berkesempatan menjadi pusat gravitasi di lingkungan saya. Sebut saja ketika SMK, ketika akan mendekati Ujian Praktik tentang aplikasi penggunaan MYOB, saya menjadi pusat gravitasi di kelas saya. Karena saya yang, bisa dikatakan, paling cepat dalam hal memahami aplikasi MYOB, semua teman teman saya ingin belajar bersama saya tentang penggunaan MYOB di luar jam pelajaran. Karena akan sangat kurang sekali ketika mereka hanya mengandalkan penjelasan tentang MYOB di jam pelajaran.
Contoh lain, ketika saya sudah memasuki bangku kuliah. Di semester 2, saya mendapat tugas akhir berupa pembuatan film pendek. Saya yang notabene sudah tertarik dengan hal - hal pembuatan film, terlebih dengan hal - hal editing film, mereasa tenang, santai kayak di pantai. Namun, ketika saya melihat teman - teman saya banyak yang bingung dengan tugas akhir ini, saya merasa miris. Kebanyakan dari mereka yang bingung adalah cewek cewek. Lalu, muncullah inisiatif dari saya untuk membuat suatu kumpulan kecil yang membahas tentang aplikasi editing film. Di situ, saya membagikan ilmu saya tentang bagaimana cara instal aplikasi editing film dan bagaimana penggunaan aplikasi itu sendiri.
Dari yang hanya kelompok kecil, diskusi yang saya buat semakin meluas. Dari yang pesertanya hanya sesama teman sekelas, menjadi melebar sampai ke kelas seberang. Tanpa sadar, saya menjadi pusat gravitasi mereka dalam menyelesaikan tugas akhir semester.
Dari kumpulan kecil itu, saya banyak dikenal teman teman sebagai seorang cewek yang paham IT. Semakin ke sini, saya semakin sering membantu mereka dalam hal IT. Install anti virus, instal driver sound, sampai instal ulang laptop pun pernah saya jabani. Ada perasaan senang tak terkira ketika saya mampu menghilangkan beban mereka tentang kerusakan laptop. Dan juga, dari pengalaman saya sejak SMK sampai sekarang, saya mempunyai satu tagline dalam hidup saya, bahwa #CewekMelekIT. Bahwa cewek jaman sekarang musti melek IT.
Butuh Perangkat Yang Mendukung
Saya bukan seorang ahli yang pro dalam hal IT. Saya hanya seorang cewek biasa yang belajar tentang IT lewat google. Yap, otodidak. Saya sering melakukan browsing terlebih dahulu sebelum mengeksekusi laptop teman saya yang bermasalah. Terkadang, hal yang menjengkelkan adalah ketika saya benar benar sangat membutuhkan informasi tentang kerusakan laptop tapi koneksi internet tidak mendukung. Tidak ada signal, lelet, buffering (karena saya butuh tutorial di Youtube juga). Wah, andai saja saya memiliki LUNA Smatphone yang digadang-gadang setara dengan iPhone 6, saya nggak perlu khawatir dengan itu semua. Produk yang sudah sukses di Korea Selatan ini sudah mendukung sinyal 4G. Nggak tanggung tanggung, bahkan Luna Smartphone ini juga mendukung dual 4G. Jadi, misalnya sim pertama nggak nemu signal 4G, bisa langsung berpindah ke sim kedua. Nggak bakal lagi saya kenal dengan yang namanya lelet atau buffering. Eksekusi laptop teman yang bermasalah pun jadi lebih cepat. Bisa membantu meringankan beben teman tentang laptop mereka lebih cepat.
Luna Smartphone ini juga memiliki kapasitas baterai yang besar, 3000mAh dengan durasi waktu standby 500 jam. Selain itu juga smartphone ini didukung dengan Quick Charge and fast charge 2.0, jadi kalian bisa mendapatkan tambahan daya baterai sebanyak 40% hanya dalam waktu 30 menit pengisian. Dan tambahan daya 80% hanya dalam waktu 60 menit pengisian. Superlah. Nggak perlu khawatir lagi ketika asyik browsing kehabisan baterai.
Selain itu, smartphone ini juga dilengkapi dengan Qualcomm Snapdragon dengan prosessor sebesar 2.5GHz, RAM sebsar 3GB dan internal storage sebesar 64 GB. Nggak bakal lagi kenal sama yang namanya Not Responding atau nge-hang.
So, #BetheGravity with #SmartphoneLuna



Wah keren mufi ..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWahahahah, yang otodidak emang lebih greget ya, Mbak :D
BalasHapusBTW, aku jadi pengen nyicip hapenya juga :3
Smartphone luna emang kece badai pokonya. Dengan adanya kamera smartphone luna yang setara iPhone 6S ini, aktifitas ngeblog pun semakin lancar karena mampu menghasilkan gambar gambar yang lebih terang. Karena menurut saya, ngeblog itu bukan hanya sekedar tentang menulis, tapi juga fotografi.
BalasHapusBtw komentar baliknya ya di artikel saya http://www.amir-silangit.com/2017/04/menjadi-gravitasi-di-lingkungan-sekitar.html terimakasih, sukses untuk lombanya ^_^ #BeTheGravity with #SmartphoneLUNA