So long, Ziz...
Kata seorang Pramoedya Ananta Toer, "Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah."
Kita mungkin kehilangan salah satu teman kita dari segi fisiknya. Maka supaya dia tidak hilang dari pusaran sejarah, izinkan saya menuliskan apa - apa tentangnya. Izinkan saya mengabadikan memori tentang almarhum, lewat postingan ini. Biar 5, 10, 15 tahun kemdian, saya masih bisa mengingat secara detail cerita tentang almarhum.
Beruntunglah kalian yang mengenalnya lebih dulu. Saya selalu bersyukur bisa diberi kesempatan untuk mengenal orang orang yang super keren.
"Gusti Allah niku luwih kuat dari ilmu manapun. Kalau dia berkehendak untuk sembuh, maka Dia pasti menyembuhkannya. Tapi sepertinya Dia lebih sayang daripada sayangnya kita. Daripada kedepannya dia sakit lagi, mending disuruh pulang sekarang sama Dia."
Kita mungkin kehilangan salah satu teman kita dari segi fisiknya. Maka supaya dia tidak hilang dari pusaran sejarah, izinkan saya menuliskan apa - apa tentangnya. Izinkan saya mengabadikan memori tentang almarhum, lewat postingan ini. Biar 5, 10, 15 tahun kemdian, saya masih bisa mengingat secara detail cerita tentang almarhum.
Ini benar benar jangka pertemanan yang sangat singkat.
Seumur umur punya teman, baru kali ini punya teman baru 5 bulan berteman,
langsung ditinggal pergi.
Ngomongin tentang Almarhum Aziz, mau nggak mau, memaksa saya
buat membuka kembali kenangan kenangan semasa KKN di Bojonegoro.
Muncul pertama kali pas waktu pembekalan KKN hari kesekian.
Lupa tepatnya hari keberapa, pokoknya hari pertama pembekalan dia nggak bisa
hadir karena harus bed-rest. Lalu berlanjut sampai program KKN selama 30 hari
di Bojonegoro.
20 Februari 2017, dia masih bisa main badmintoonan di Sport
Center UINSA. Waktu itu kelompok KKN PAR 62 mau ada kumpulan buat nyelesain
laporan dan pengumpulan jaket KKN karena mau dibanahi resletingnya.
24 Februari 2017, mau cari kado buat salah satu anggota
kelompok KKN yang mau menikah. Kado buat Mpok Lela (namanya sih Laila, cuman
kita manggilnya mpok). Disaat yang lain pada mundur buat beli kado, dia satu
satunya cowok yang menawarkan bantuan untuk mendampingi beli kado. Awalnya
sempet nggak dibolehin ikut, tapi setelah dipikir pikir, mungkin ada untungnya
juga ngajak cowok, ada kekuatan buat angkat-angkat. :V Dan, benar nyatanya!
Kita beli kadonya sekardus besar full. Untung ada 2 motor, jadi 1 motornya bisa
buat akomodasi kado yang sebanyak itu. Alhamdulillah lah pokoknya. Nggak rugi
ngajak anak ini.
26 Februari 2017, dia masih bisa ketawa ketiwi sama kita
kita di kondangannya Mpok Lela.
Memasuki bulan Maret, dia mulai tepar.
11 Maret 2017, dia sempet curhat nggak bisa niggalin Kasur
selama 4 hari terakhir.
Sampai pada tanggal 20 Maret 2017, agenda kita back to
Genjor, yang sebelumnya dia sangat yakin sekali bisa ikut, mau nggak mau, dia
tunduk pada kondisinya. Dia sempet punya keyakinan kalau sampai hari Minggu
sembuh, dia bakal ikut ke Bojonegoro. Pada akhirnya, hari Senin, kondisinya
masih nggak memungkinkan buat perjalanan jauh. Walhasil kita kembali ke Genjor
tanpanya.
7 April 2017, sempet kita, satu kelompok KKN, ada agenda buat
jenguk dia. Kuruuuusss banget pas waktu kita jenguk. Sudah bisa duduk, Alhamdulillah.
Kita Tanya Tanya, sakit apa, dijawab macem macem, ada yang bilang sakit paru
paru, ada yang bilang lambungnya kumat, ya gitu lah.
3 minggu pasca kita jenguk, kondisinya masih belum berubah.
Masih belum membaik. Kadang ada satu waktu dia membaik, tapi drop lagi entah
kenapa. Fluktuatif.
Sampai pada tanggal 26 Mei 2017, dapat kabar kalau dia masuk
RSUD. Sebelm sebelumnya dia memang nggak mau buat opname di RS. Baru hari itu,
di detik detik terakhirnya, dia baru mau dibawa ke RS.
27 Mei 2017. Hari pertama puasa. 5 jam setelah sahur, kabar
itu datang menghampiri grup WA KKN PAR 62. Memberitahukan bahwa teman kita,
wakordes kita, ketua angkatan kita, sudah tiada. Allah mengangkat segala macam
penyakitnya sekaligus mengajaknya kembali pulang. Shocked, pasti! Sangat
singkat sekali pertemanan kita. Bisa dihitung pake jari berapa lama kita
ketemu.
Jujur saja, saya sudah nggak punya lagi kenangan komunikasi
dengan almarhum. Semua chat, sms, terhapus semua. Yang ada tinggal chat di grup
KKN dan foto foto dokumentasi selama di Genjor.
Beruntunglah kalian yang mengenalnya lebih dulu. Saya selalu bersyukur bisa diberi kesempatan untuk mengenal orang orang yang super keren.
"Gusti Allah niku luwih kuat dari ilmu manapun. Kalau dia berkehendak untuk sembuh, maka Dia pasti menyembuhkannya. Tapi sepertinya Dia lebih sayang daripada sayangnya kita. Daripada kedepannya dia sakit lagi, mending disuruh pulang sekarang sama Dia."
Almarhum itu, konco begadang, konco curhat, konco eksekusi proker, konco sing paling isok ngebungah atine wong liyo, konco sing paling ngerti sesama, konco sing paling gak kenekan karo pedes, konso sing sak liya liyane.
So long, Ziz...



Komentar
Posting Komentar