Reuni


Reuni berasal dari kata re-unite dalam bahasa Inggris yang artinya Bersatu Kembali (Ehm... Nggak sia sia ane ngambil mata kuliah Morphology. Sumpah teori ngaco!).

Reuni biasa dilakukan setelah bertahun tahun lamanya nggak bertemu. Temen sekelas SD, temen sekelas SMP, temen sekelas SMA, temen seangkatan kuliah, atau bahkan reuni sama para mantan? (Ehm -__-).

Reuni bisa dilakukan dimana aja dan kapan aja (udah kayak belanja online). Ada yang terencana, ada yang spontan. Reuni yang terencana biasa diawali dari diskusi kecil kecilan di grup Whats App atau LINE, lalu terbentuklah panitia acara reuni (You've no idea what it feels like to be a committee). Reuni yang terencana bisa berawal dari murni niat ngadain acara reuni, sampai yang berawal dari acara lain yang efek sampingnya bisa menimbulkan reuni. Yaaa.. sebut saja Bukber (Yang lagi ngetrend saat tulisan ini dibuat).

The other, reuni spontan atau dadakan, umumnya reuni ini nggak terencana. Lagi berada di sebuah acara, tiba tiba ketemu segerombolan orang yang dulu pernah seangkatan. Unpredictable, unplannable. (What?) Sebut saja Kondangan. Nah, biasa kondangan ini jadi satu momen buat reuni dadakan. Makanya kita musti bersyukur banget kalau ada yang kondangan, bisa temu kangen sama teman seangkatan. (Beda lagi ceritanya kalo elu kondangan ke mantan. Bahahah..)

Nah, ngomongin masalah temu kangen, baru baru ini saya meet up sama temen temen sekelas SD. (Been 10 years :v). Lucunya, ketika adik saya sudah dinyatakan lulus dari SD yang sama dengan saya, kemudian saya reunian sama temen temen seperjuangan dulu. (Ehm... Oke, nggak ada yang lucu.)

Tentang teman teman SD saya, bisa dibilang, setelah lulus SD, saya lost contact sama mereka. Hanya beberapa yang masih keep in touch, itupun karena satu SMP, makanya masih nyambung. Yang lainnya, I was saying good bye.  Masuk SMA, makin parah. Tali silaturrahim sama mereka benar benar putus. Nggak tau saya kabar mereka gimana, mereka sibuk apa. Paling tiba tiba dapet kabar ada yang menikah.

16 Juni 2017, kita sepakat mengadakan buber. Percayalah, dibalik acara buber, terdapat acara reuni terselubung. Nggak formasi lengkap, tapi lumayanlah. Kontaknya yang kita punya juga nggak lengkap. Hanya sekian dari sekian. (Apasih. Sorry!)

Perubahan? Pastinya ada lah dari mereka. Secara, 10 tahun man, masak ya wajah mereka sama kayak 10 tahun lalu. Ada yang pulang kerja kumus kumus, ada yang baru nikah, ada yang baru pulang kuliah, ada yang bawa anaknya. Ah~

Dari sekian banyak yang dateng, alhamdulillah ini otak masih mampu mengenali mereka. Cuman satu sih yang missed dari ingatan. (Emang kita pernah punya temen namanya Krisna? -_- )

Andai Ramadhan itu datangnya tiap bulan, atau 3 bulan sekali, atau setahun dua kali, pasti kita bakal lebih sering ngadain buber, bakal lebih sering ngadain reuni.

Komentar

Postingan Populer