3 Unsur Favorit Tergabung Dalam Sebuah Film


Akhirnya, setelah sekian lama tidak merasakan tidur diatas jam 11 malam, hari ini saya bisa merasakannya. Belakangan mata susah sekali diajak kompromi. Selalu menutup dengan sendirinya setiap pukul 20.30. Paling mentok jam 22.00. Ku pikir karena efek usia. Ternyata Cuma butuh asupan film detektif.

Meet movie of the year,
SEARCHING.




Ini film misteri paling jahat yang pernah kutonton. Di awal cerita sudah disuguhi kisah sedih tentang ibunya Margot yang kena kanker yang akhirnya menyerah untuk melawan kanker tersebut. Di tengah cerita dibikin nangis lagi karena tindakan ayahnya dalam pencarian anaknya yang hilang, sampai difitnah jadi #faildad #daddidit #crazydad etc. Kita disuguhi tentang bagaimana seorang single parent, mati matian mencari anak semata wayangnya sampai harus meminggul fitnah fitnah keji dari jempol para netijen. Di akhir film, makin dibikin sedih lagi sama cerita di balik hilangnya Margot Kim selama 5 hari. Welcome to my review....

Cerita bermula dari keluarga David Kim yang bahagia, mempunyai istri dan anak perempuan yang manis. Merek mempunya kebiasaan unik yang cukup trendi, yakni mengabadikan semua momen dalam bentuk foto atau video kemudian diarsip rapi dalam laptop. Cerita demi cerita berlanjut seiring dengan banyaknya folder foto yang mereka tampilkan. Namun ditengah perjalanan, kebahagiaan itu sirna pasca mengetahui istrinya mengidap kanker. Certia semakin membiru karena meninggalnya Pam Kim, istri David Kim.
Seiring berjalannya waktu, Margot tumbuh menjadi remaja. Hubungannya dengan sang ayah pun cukup baik dengan seringnya mereka berkomunikasi baik itu melalui iMessage ataupun Facetime. Namun, di suatu tengah malam, Margot tanpa alasan, tiba tiba menelepon ayahnya. Dua kali tidak diangkat, dia mencoba Facetime. Namun tidak diangkat juga. Karena, ya memang posisinya saat itu ayahnya sudah tertidur pulas. Pagi harinya, ayahnya mendapati anaknya menelepon tengah malam, langsung menelepon balik. Namun, tidak ada jawaban dari Margot. Dia mengirimi pesan singkat ke Margot, menanyakan apakah dia baik baik saja. Pesan dikirim pukul 7.01 pagi. Sampai 3.27 sore hari, belum ada satu balasan pun datang dari Margot. Ayahnya panik. Sampai sehari penuh ayahnya tidak bisa menelepon Margot, dia memanggil polisi. Margot dinyatakan menghilang.
Dalam proses pencarian anaknya yang hilang, David mengetahui satu hal, dia tidak benar benar mengetahui anaknya.

Film ini menggabungkan 3 unsur favorit dalam hidup saya. IT, misteri, family. Dalam film ini kalian bakal dibuat seperti menonton video tutorial penggunaan komputer. Dari mulai OS Windows sampai iOS. Beneran! 80% film ini adegannya tentang mengoperasikan laptop, face timing, googling, typing, deleting word, online surving, seputar itu. Jadi, mataku benar benar dimanjakan sama film ini. Serasa nonton film komputer.

Kalau biasanya investigasi pencarian orang hilang itu adegannya door to door, tanya ke satu orang, beda dengan film ini. David Kim selaku ayahnya Margot, the missing girl, hanya mengandalkan laptop pribadi dia, dan laptop pribadi anaknya. Nah, di adegan ini, ada pesan khusus dari sutradara untuk orang tua. Bahwa mereka harusnya mengetahui, mengikuti trendnya anak muda zaman sekarang. Walaupun mereka sudah berumur, tapi mereka masih punya kewajiban buat tau apa itu facebook, tumblr, instagram. David Kim selaku single parent, nggak kenal teman anak anaknya. Hanya mengandalkan sosmed anaknya, dia bisa menemukan putri semata wayangnya.

The ending of the story thou, ugh! It definitely will make your mind blown. Tontonan wajib bagi mereka penggemar film film detektif dan Twisted-ending movie.

See the trailer here ...



Komentar

Postingan Populer