Being A Cupid for The Bosses


2 orang asisten bos ternama sudah muak dengan tingkah laku atasannya yang sering banget labil. Bikin geregetan. Seakan akan bos mereka adalah dua orang yang perlu dikunrung dalam satu ruangan agar mereka bisa kenalan kemudian menjalin hubungan.

Set It Up, again, by Netflix.



Saya suka film ini karena, well, basically, menceritakan tentang seorang asisten handal, dimana dia selalu berhasil menjadwal kegiatan bosnya dengan sangat rapi. They’re kind of slave, yeah, slave, they do whatever the boss said. But still, I put my respect on them, and being an assistent is one of my dream job. (except the pressure thou). Ya, menjadi seorang asisten dari bos yang labil sering membuat kita makan hati. Pengen rasanya nyabutin bulu hidung ketika kerjaan A sudah kelar tapi minta diganti dengan B secara mendadak. UGH!

Nah, suatu hari, dua orang asisten yang depresi dengan bosnya sendiri, bertemu secara tidak sengaja karena rebutan Go-Food (Anggap aja Go-Food). Harper, asistennya Kristen Stevens, seorang pemimpin di majalah olahraga kenamaan, ingin makan di tengah malam karena memang dia sedang lembur (FYI: Kristen lebih sering meniduri laptopnya daripada kasur empuknya). Ketika Go-Foodnya datang, Harper turun ke lantai dasar, dan mendapati dompetnya tertinggal. Kurirnya hanya bisa memberikan makanan yang dia bawa asal Harper membayarnya dengan cash. Disaat berdebat dengan kurir, datanglah Charlie, asistennya Rick (sejujurnya saya nggak tau Rick jadi pimpinan bagian apa). Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya mereka memutuskan untuk membagi makanan mereka untuk para bos. Tepi ternyata, hasil perjuangan mereka saling rebutan makanan tidak berbuah manis. Bos mereka memilih pulang ke rumah setelah makanan tiba di ruangan masing masing.

Suatu malam, Harper dan Charlie kembali menghabiskan waktu malam mereka di kantor untuk menemani bos mereka (peraturan dasarnya sih, kalau bos mereka belum pulang, mereka juga tidak pulang). Malam itu, mereka setengah mabuk, dan tiba tiba muncullah ide untuk menjodohkan bos mereka, Kristine dan Rick. Dari sinilah, perjalanan cinta bos mereka dimulai. DAN JUGA, perjalanan cinta Harper dan Charlie...

Set It Up adalah salah satu produksi film dari Netflix (again, Netflix never disappoint me) bergenre Romantic Comedy. Film ini sepatutnya mendapatkan skor 7.5/10 daripada 6.5/10. Komedinya dapet, romantisnya dapet, ditambah, Lucy Liu masih cantik banget di sini. 

Film akan terasa hambar tanpa adanya pesan moral di dalamnya. Dalam Set It Up, kita diajarkan untuk berani melakukan apa yang hati kecil kita katakan. Harper ingin sekali menjadi seorang penulis, jadi ketika dia ada kesempatan untuk melanjutkan tulisan dia yang sempat tertunda karena sibuk mengurusi Kristine, dimana yang berarti dia sudah tidak sibuk dengan Kristiine, yang berarti juga dia dipecat dari asisten Kristine, dia melanjutkannya. Dia menuliskannya dari awal sampai akhir. Dia menyelesaikannya. Dan ketika ada kesempatan emas untuk kembali menjadi seorang asistennya Kristine, dia secara mantap menolak tawaran tersebut. Dia harus mengejar mimpinya menjadi seorang penulis majalah olahraga.

Begitu juga dengan Charlie. Awalnya memang dia sempat dibutakan karena terobsesi banget sama yang namanya Naik Jabatan. Sampai sempat harus merelakan Kristine menikah dengan Rick dimana Rick ternyata masih pengen rujuk sama mantan istrinya. Em. Such a jerk. Tapi pada akhirnya dia sadar. Sadar bahwa naik jabatan nggak akan membuat dia tambah bahagia. Dan sadar, bahwa dia menyukai Harper.

I dont know, like, lately I was marathoning Netflix movie. And is all about rom-com (romantic comedy movie).



See the trailer of Set It Up here....


Komentar

Postingan Populer