Makanya Jangan Semabarangan Terima Telepon Asing!
((((Plis ini ngetiknya sambal ngantuk ngantuk 😂😂😂)))
Setelah
sekian lama bergumul sama drama Korea bergenre romantic dan slice of life,
akhirnya kali ini tontonannya bisa lepas sebentar dari drama Korea dan bertemu
sama film yang bergenre fantasy, The Call.
Bukan
Netflix namanya kalo bikin film tapi nggak bisa narik perhatian pemirsanya.
Apalagi dengan menggandeng aktris kawakan Park Shin-hye, film Netflix yang satu
ini sukses menggema seantero jagad raya.
The
Call sempat mencuri perhatian pasar perfilman Netflix di awal Desember lalu.
Mengusung genre thriller crime misteri, film ini bercerita tentang Seo-yeon yang
lagi pulang kampung tiba tiba dapat panggilan misterius dari Young-sook,
melalui telpon rumahnya yang usang dan tua. Anehnya panggilan telepon tersebut
datang dari 20 tahun yang lalu. Iyes saudara – saudara, vibesnya berasa kayak
drakor Signal, time-travel dengan media telepon.
Young-sook
adalah seorang anak perempuan yang dulu tinggal di rumah yang sama yang
ditinggali oleh Seo-yeon. Sebelum pada akhirnya rumah tersebut dibeli sama
orang tuanya si Seo-yeon. Sayangnya, Young-sook punya ibu seorang dukun yang
selalu melakukan ritual aneh ke anaknya, yang bahkan ritualnya ini sampai
melukai si Young-sook. Dia juga nggak pernah keluar rumah sehingga dia nggak
punya teman ngobrol.
Sampai
suatu ketika panggilan telpon si Young-sook nggak sengaja nyambung ke
teleponnya si Seo-yeon yang terpaut 20 tahun ke masa depan. Awalnya
masing-masing merasa salah sambung. Sampai akhirnya si Seo-yeon menyadari kalau
Young-sook adalah seorang remaja perempuan yang hidup di tahun 1999 di rumah
yang sama yang ditinggali si Seo-yeon masa kini dan menggunakan telepon rumah
yang sama sehinggal telepon mereka bisa terkoneksi lintas waktu. Telepon rumah
mistik!
Dari
sini, Seo-yeon akhirnya berteman dengan Young-sook. Akhirnya setelah sekian
lama, Young-sook punya temen ngobrol. Mereka berbagi pengalaman tentang apa-apa
yang terjadi di masa mereka. Seo-yeoun ngenalin banyak hal ke Young-sook ’99
tentang internet, video call, smartphone. Sampai suatu ketika mereka sadar bahwa
si Young-sook ini berada di jaman pas bapaknya Seo-yeon masih hidup. Kemudian
Young-sook mempunyai ide gila, yakni membuat ayahnya Seo-yeon yang meninggal
akibat kebakaran rumah, hidup kembali.
Singkat
cerita, Young-sook berhasil menyelamatkan ayahnya Seo-yeon. Kehidupan Seo-yeon
tiba tiba berubah. Yang tadinya dia miskin, sendirian tinggal di rumah karena
ibunya dirawat di rumah sakit, tiba tiba visual filmnya berubah menjadi dia
tinggal di rumah dengan kondisi terawat dan ayahnya kembali hidup.
Seo-yeon
yang kegirangan karena ayahnya kembali hidup pelan –pelan mulai lupa saama
Young-sook. Yang dulu mereka sering ngobrol di telepon berjam-jam, sekarang
Seo-yeon lebih memilih ngabisin waktu sama keluarganya. Young-sook yang merasa
ditinggalkan akhirnya marah ke Seo-yeon dan berusaha membuat ayahnya Seo-yeon
meninggal lagi. Dengan begitu Seo-yeon di masa depan kehidupannya akan balik
menderita lagi.
Pewh!
Ngobrolin masalah film yang ada time-travelnya tuh melelahkan. Selain dibuat
pusing sama jalan ceritanya, juga dibuat pusing sama teorinya.
Misal
nih, Young-sook di masanya Seo-yeon dewasa dikenal sebagai seorang pembunuh
berantai. Seiring cerita film berjalan, kita tahu bahwa korban pertama
Young-sook adalah ibunya sendiri. Kenapa Young-sook ngebunuh ibunya sendiri?
Karena dapat info dari Seo-yeon di masa depan kalau ibunya bakal ngebunuh
Young-sook. Hm.. jadi secara nggak langsung, Seo-yeon ini sebenernya yang
membuat Young-sook jadi pembunuh berantai.
Kedua.
Ibunya Young-sook sebelum dibunuh anaknya sendiri dapat penglihatan kalau
Young-sook tetep hidup, bakal ada banyak kematian mengiringi hidupnya. Ya
karena dia pembunuh berantai kan makanya banyak kematian. Hwahahah.. sebenernya
kalau dipikir pikir, si ibunya Young-sook ini nggak salah. Dia menghilangkan
satu nyawa demi menyelamatkan banyak nyawa. Coba aja Seo-yeon nggak cepu ke
Young-sook kalau ibunya mau ngebunuh dia, pasti dia masih bisa ketawa-tawa sama
ayah dan ibunya.
Diluar
itu semua, kuacungi jempol untuk aktris yang memerankan Young-sook. Aktingnya
keren sekaliiiii.. bisa banget menghidupkan karakter seorang psikopat cewek.
Aktingnya dia bisa mengimbangi mbak Park Shin-hye jadi buah bibir para penonton
yang sudah nonton film The Call (2020). Dikasih 2020 soalnya film dengan judul
sama ada juga di tahun 2013.
Dan
juga patutu diacungi jempol untuk efek visual yang ada di film ini. Transisi
setelah masa lalunya Seo-yeon dirubah Young-sook yang berakibat pada masa
depannya Seo-yeon, itu keren banget. Biasanya kan kalau di film-film time
travel itu jarang banget nunjukin transisi dari efek yang ditimbulkan akibat
merubah masa lalu. Paling mentok perubahannya terjadi pas si pemain utamanya
bangun tidur. Nah di film ini, kita dikasih visual gimana perubahan itu
terjadi. Gokil mantap.
Warning:
Film ini semi-gore, jadi akan ada banyak darah dan adegan pembunuhan selama
durasi film 2 jam. Buat yang nggak kuat sama darah-darahan, mending ajak temen
nontonnya, biar kalo mules pengen muntah ada yang bantu nge-pause filmnya.
Ngahahaha..
Intinya,
The Call sukses jadi film thriller akhir tahun.


Komentar
Posting Komentar